​Abad 21_Silk Road 2.0

Wkwkwkw, kayak judul sinteron jadul yak. Eeeiiits, kita gak bakalan ngomong tentang sinetron lho yaaaa. Kagak ngarti saya kalau tentang sinetron. Okay, kita lanjut lagi masih tentang silk road yaaa. Naah, yang tadi versi jadul tuh. Sekarang versi kekiniannya yaaaa. 
One Belt One Road Forum

Jadi KTT OBOR di media-media Indonesia. Ini menjadi meet up multilateral pertama untuk gagasan Silk Road 2.0 nya Xin Jiping. Naaah, Forum dan Konfrensi Tingkat Tinggi (KTT) itu, secara tata aturan diplomasi itu beda ya cinta-cintaku. Apa bedanya? Dalam Forum itu output yang dikehendaki belum sampai level kesepakatan (agreement), jadi masih pada tahapan penyamaan persepsi. Sedangkan kalau Konfrensi Tingkat Tinggi a.k.a KTT yang dihadiri Top & Senior Level Officer yang memiliki kewenangan  untuk mengambil keputusan karena untuk KTT selalu diawali dengan working group  untuk membentuk nota kesepakatan ( agreement). Percaya deh, itu tidak mudah! Dari tahapan diskusi panel working group aja, masing-masing delegasi negara akan mencari bocoran dengan melobi delegasi negara lain. Info sebanyak-banyaknya mesti kita kumpulkan, untuk mendukung pimpinan kita dalam working group dan panel high level summit. 
(Baca juga http://www.jagatngopi.com/​ancient-silk-road/
Jadi tuuuh, kalau yang namanya KTT, di saat Presiden/ PM pada duduk manis didampingi menteri dan pejabat senior (max 3 orang per negara) di panel, dibelakang ada delegasi yang menyiapkan substansi gubrakan sana-sini hingga 10 menit sebelum giliran Presiden kita bicara. Lari sana-sini di gedung UN atau venue KTT lainnya untuk mengejar waktu yg hanya 5-10 menit untuk bertemu dengan contact person hingga rela  high heel harus diganti dengan sepatu flat mah biasa ( buahahaha, itu sih sayaaaaa). Iiih malah ngelantur. Nah kan…beda banget antara Forum dan KTT. Coba cek deh, hanya media massa kita aja yang jadi KTT. IMHO, ini bagian dari strategi internal Kepresidenan untuk membahasakan pentingnya OBOR ini bagi Indonesia sehingga Jokowi sendiri yang memimpin delegasi Indonesia padahal hanya baru level “forum”. Walaupun saya tidak setuju karena bagi saya ini manipulasi (forum ditulis KTT), saya paham kenapa pilihan itu dilakukan…

Kenapa? Karena ini bagian dari strategi Jokowi mengkonsolidasikan tim di bawahnya untuk bergerak cepat dengan memanfaatkan jendela-jendela yang dibuka oleh Xi Jinping. Saya yakin gebrakan Jokowi pun membuat Jinping terkejut karena Indonesia berhasil menggiring China untuk sepakat menanda tangani MoU Pembiayaan Kereta Cepat di Indonesia saat itu juga dan beberapa proyek .  Jokowi berhasil bermanuver di ruang yang sempit dimana “pasukan angsa” yang dipimpin China hendak menyudutkan Indonesia agar mau membuka diri sebagai pasar bahan baku dan pasar barang jadi, justru dibalik dengan mengatakan…”Lha gimana saya mau membuka diri? Wong infrastruktur di tempat saya belum jadi kok? Jarene arep dadi one belt  (industri) one road , Lik. Ya China harus bereskan dulu janji manismu untuk infrastruktur di Indonesia dong!” Xixixixi, SMART Pak Presiden! 
Jokowi menyadari posisi strategis Indonesia di era ini dan proteksionisme susah dilakukan. Pasukan Angsa yang dipimpin China terus mengempur. Dengan Yang bisa dilakukan adalah dengan menyebar pusat-pusat pertumbuhan di seluruh penjuru nusantara. Ini terlihat dengan kebijakan Jokowi yang memindahkan pusat pertumbuhan di desa dengan naiknya Anggaran Dana Desa (ADD) hingga Rp 72 Triliun di tahun 2017. Sayangnya karena belum beranjak dari pola MPC nya, petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis belum disiapkan secara matang…Di daerah perencanaan, khususnya desa,  jadi acak kadut dan pelaksanaan jadi asal-asalan. That is your first HOME WORK Pak Jokowi! Go detail, Go retail…even in public policy sector! Bukan hanya melaksanakan fungsi desentralisasi, peran dekonsentrasi pun harus dilakukan. Jangan seperti sekarang, semua kementerian dan OPD ribet dan bingung melototin dan eker-ekeran hal yang sama. Just like what you said dalam RKP 2017: TEMATIK, INTEGRATIF, HOLISTIK & SPASIAL, jabarkan itu! Riweh? Yah, kontak kantor saya ajah. Buahahahaha…jualan teteeep 😝   Bingung masalah kedaulatan dan keamanan negara? Lah apa guna salah satu unsur pemda adalah Koramil setempat? Hellooo…baca UU Pemda baik-baik yah 😃 Ya gak Ndan Hasto Jogya.
Cina Punya Uang?
TIDAK! Kok tahu? Lah lihat aja trend pertumbuhan ekonomi Cina sejak tahun 2012, jangan dilihat dari angka pertumbuhannya (>6%), tetapi trendnya, selalu menurun hingga tahun ini. Hanya dikisaran 6.5% angka terendah selama 1 dasawarsa.  Gara-gara Xi Jinping koppig hendak melawan hegemoni AS dengan menyerang pasar uang AS dengan strategi CIPS, which is stupid! Lha kenapa to Rum? Dasar sok tahu kamu! Hmm, begini lho cayangku cintaku…financial industry adalah kekuatan Amerika. Salah satu industri penyokong perekonomian AS moder adalah: financial, pharmacy, ICT. Nah….tahu kan kenapa Sanders bisa ujuk-ujuk kalah dari Hillary Clinton dalam konvensi Partai Demokrat di Pilpres AS kemarin? Gak tahu? Karena Bill Sanders mendukung OBAMA CARE…yang sangat memukul industri farmasi dan finansial. Jadi apapun caranya tokoh yang menolak OBAMA CARE dan paham industri keuangan yang harus menang, tetapi tokoh ini harus mudah “dikendalikan”…nah, sapa lagi kalau bukan Trump karena kalau Hillary relatif lebih sulit dikontrol. Making America Great Again janji manisnya dengan bungkus SARA kampanyenya. 

Terus apa hubungannya dengan Cina yg gak punya duit? Kawan, Cina itu negara yang diuntungkan karena kebijakan Obama dimana menerapkan pajak tinggi untuk usaha sehingga membuat pelaku industri AS sengaja mengalihkan pabriknya di Cina. 8 tahun adalah masa panen Cina, mereka tidak peduli dengan brand & kekayaan intelektual. Jadi yang diitung pertumbuhan ekonomi Cina itu ya sebenarnya kegiatan produksi milik AS. Kebayang dong kalau Trump koppig menarik kegiatan produksi itu “pulang ke AS” dengan menurunkan pajak usahanya (sudah dilakukan). Cina bisa kollaps. Usaha lobby Jack Ma, sebagai utusan Pemerintah Cina, agar Trump tidak menarik kegiatan produksi dimana Alibaba, sebagai e-commerce dengan platform logistik, fintech dan supply chain terbaik di dunia saat ini, menjamin akan memprioritaskan AS dalam bisnisnya…tetapi ya tetapiiii…Trump justru mendorong Amazon membangunkan raksasa AS yang terlena ini plus mendorong si anak bawang yang cerdas bak cabe rawit FACEBOOK dengan inject milyaran dolar membangun jejaring suply chain dan logistik. Kunci utama perdagangan di era abad 21 ini…Internet of Things (IoT)…ekosistem Ekonomi Digital!
 Ituuuuuu…itu lho sebabnya kini Trump digoyang dengan issue pemakzulan lewat Russia, dikatakan kemenangan Trump di dukung Moscow. Buahahahahaha, what a funny world we live in! 😃 

Terus…OBOR itu gimana? MoU KAI & infarstruktut lainnya gimana? Well jujur saya belum bisa melihat darimana Cina akan membiayai komitmennya. Tapi Cina tetap harus tetap style yakin dooong. Dan mereka sudah paham….Dawn of The USA Supremacy, mereka ingin mencuri panggung. Jadi OBOR Forum lah digenjot dengan meniru cara yang dilakukan AS saat menbangun supremasinya dulu…MARSHALL PLAN! Uhuuuy…kamu ketahuan Jinping! Dudududu…there’s nothing new under the sun! Not so smart….harusnya dirimu ambil strategi masa Dinasti Tang, Lik Jinping. Main proxy lewat Timur Tengah, jangan lewat Laut China Selatan 😉 
Ah….Nusantara masih dilindungi Illahi. Masih banyak yang koppig menjaga Indonesia. Terbukti dengan keteledoran Cina dengan mengadopsi Marshall Plan. Opo meneh to kui Rum? Marshall Plan itu program recovery INFRASTRUKTUR yang dinisiasi oleh Pemerintah AS untuk perbaikan infrastruktur Eropa pasca Perang Dunia II. Prioritas pembagian keuangan ditentukan oleh AS, dimana Inggris mendapat bantuan terbanyak (20.6%) dibanding negara-negara lain seperti Jerman, Polandia, Italia, Swiss dan Belanda. Kenapa? Karena Inggris di masa PD II itu memiliki negara persemakmuran terbanyak, termasuk di Asia Tenggara. Jadi buy 1 get all termasuk Konvensi Geneva sebagai cikal bakal UN…AS MEMBELI DUNIA …Marshall Plan 1948. 
Fiiuuuu….kok panjang lagi siiiiiih. Masih sanggup baca? Gak puyeng? Terus kita sebagai Indonesia gimana? Dukung langkah Pemerintah dibawah kepemimpinan Jokowi. Jokowi sudah berhasil menggertak Marshall Plan ala-ala China melalui OBOR Forum yang membuat Jinping juga keder. Bagaimana kita mendukung? Be productive! OJO RIBUT TERUS CAH!  Sudah cukup riuh rendahnya. Cina dan Amerika sekarang semua dalam posisi penjajakan. Saatnya Indonesia membuat momentum…ingat kita satu-satunya negara yang akan mendapat Demografi Bonus di abad 21 ini. Hah??? Apalagi ituuuu….tunggu nanti dulu yah. OBOR dan Masa Depan Indonesia.  Saya harus mandi dan lanjut  kerja dulu…

(Tulisan luar biasa dari Arum Kusumaningtyas

#myjourney #workingmom #creativehead #indexpolitica #geopolitic #USA #CHINA #OBORFORUM #Silkroad #Indonesia #geostrategi #komunikasipolitik

Mang Insan

Mang Insan

Belajar teruss..