​Ancient Silk Road

There’s nothing new under the sun! Saya percaya itu. Terus? Ya sama aja yang terjadi di ranah politik dan ekonomi yang sangat berpengaruh dalam kehidupan kita sehari-hari sebagai sebuah bangsa. Tungguuuuuu…kenapa jadi serius banget gini yak? 

Okay, kita mau cerita tentang OBOR a.k.a One Belt One Forum kan? Yang turunannya Silk Road itu kan? Yang kemarin habis di KTT in itu kan? Nah terus banyak pertanyaan..emang apa untungnya gituh buat Indonesia? Ah Jokowi mah emang antek aseng..dasar cungkring! Tuh kan sekarang dia bawa Indonesia ke ketiak Cina? Dasar plonga-plongo! Apaan sih Rum…bandingan Sukarno ama Jokowi gitu? Gak level lah! Yakin China punya duit gitu buat bayarin seluruh proyeknya gitu?  Kamu sekarang udah masuk Jokowi Fans Club ya? Halah ternyata cuman segitu. Dibayar berapa lu? Xixixixi. Well, itu beberapa jenis inbox dan WA yang saya terima kemarin sebagai respon corat coret saya di tembok ratapan ini. Ini page gue sendiri…napa lu yang jadi sewot? Gak suka…skip aja, blok ajaaa…emang gw pikirin. Buahahaha 
Jadi gini ya….KTT OBOR itu baru awal pembuka Mega Proyek Silk Road yang digagas oleh Pemerintah China di tahun 2013. Jadi…Xi Jinping, Presiden Cina itu sudah berjualan ide ini, woro-woro, road show terhadap ide ini sejak 4 tahun lalu, dengan eksekusi pertama ya baru One Belt One Forum ini. Jinping membahasakan KTT OBOR ini adalah upaya bersama bersatu dan terbang bagai pasukan angsa karena dunia sedang mengalami perubahan mendalam dengan tantangan krisis pangan, krisis ekonomi, krisis air bersih, terorisme dan arus pengungsi. Jadi ini baru langkah pertama untuk revitalisasi Silk Road. Nama Silk Road sendiri baru digunakan pada abad ke 19 untuk sebuah jejak perdagangan yang telah ada sejak 2500 Sebelum Masehi. Karena komoditas yang paling banyak ditemukan adalah pada era itu (abad 19) adalah sutera. Sedangkan komoditas pertama yang membangun jalur ini adalah porcelain, rempah-rempah, logam, garam dan teh. 
(Baca juga http://www.jagatngopi.com/​abad-21_silk-road-2-0/

Silk Road Sebelum Masehi (SM)
Silk road pada awalnya dikuasi oleh Bangsa Romawi  dengan komoditas porselain dan logam-logam, jalur ini semakin berkembang ketika bangsa Mesir  dengan perlindungan Kekaisaran Roma memasukan rempah-rempah dan getah pohon barus yang diperoleh dari Timur Jauh. Getah pohon barus ini menjadi komoditas termahal saat itu, karena digunakan sebagai salah satu ramuan untuk pembalsaman jenazah para Firauan.  Nah…ada daerah yang bernama Barus di Sumatera Utara. Kenapa saat itu Roma begitu akrab dengan Mesir? Ingat Julius Caesar dan Cleopatra? Dua kekasih yang juga kepala kerajaan ini lah yang berjasa mengembangkan komoditas di jalur perdagangan yang sudah mulai tumbuh itu. Temukan saya 1 pria macam Julius Caesar, saya guncang dunia. Buahahahaha 😝
Okay, back to laptop, to the topic. Silk Road. Dimana saat itu Cina pada tahun 400 SM? Belum muncul sebagai kekuatan. Rintisan jalan silk road dilakukan oleh penjelajah Roma dan Mesir dengan pusat pertumbuhan di Alexandria. Dan Emporium Roma menguasai Asia. Berhasilnya Dinasti Qin menyatukan Cina mulai meruntuhkan dominasi Roma di Asia dan menguasai jalur ekonomi gemuk itu dengan menginvasi jalur itu melalui komoditas baru, Sutra.  Nah…itu awal Jalur Sutra kuno yang berkembang dengan sangat pesat lintas benua, menghubungkan dunia barat dan timur. Setelah dikuasai oleh Cina dengan entry point Nepal, pengaruh Roma semakin pudar. Penguasaan jalur ini oleh Cina berlangsung selama berabad-abad, karena kemampuan Cina memainkan geopolitik di wilayah sekitarnya…termasuk dengan mengelola jalur-jalur logistik gurun yang selama ini dikuasai oleh Suku Badui yang  berasal dari Timur Tengah (Jazirah Arab). Suku Badui ini jugalah yang menjadi penghubung Kekaisaran China dengan pedagang-pedagang Jazirah Arab yang bukan orang Gurun. Dan perkembangan pesat terjadi bersamaan dengan lahirnya Islam di Jazirah Arab (tahun 600an). Ingat kisah-kisah Muhammad SAW yang belajar berdagang dengan banyak suku, termasuk Suku Badui dan bangsa-bangsa asing? Dengan pusat Alexandria dan Alhambra? Nah….itu berada di jalur Silk Road, saudara-saudara! Muhammad adalah satu dari sekian ribu pedagang di jalur ekonomi dunia itu. Dimana interaksi yang dibangunnya membuat nya banyak relasi sehingga dia dikenal menjadi pedagang ulung, terlebih setelah menikah Siti Khadijah. Janda, Saudagar kaya dan berpengaruh . Okay, ini fakta sejarah, gak perlu ribut dan heboh lempar pasal penistaan agama ke saya yah 😊
Silk Road New World
Peta Silk Road tertulis sendiri baru tertulis di abad 1 Masehi. Dengan adanya peta tertulis ini, perkembangan semakin pesat. Pencarian komoditas baru dan persaingan dagang membuat eksplorasi wilayah semakin pesat. Jalur menuju Timur Jauh yang kaya akan rempah-rempah, garam, getah barus, getah damar, logam mulia semakin di eksplorasi termasuk melewati lautan. Eksplorasi lautan mulai dilakukan besar-besaran oleh para penjelajah Eropa yang selama ini selalu kalah dengan pedagang  dari Afrika, Jazirah Arab, Gujarat, dengan semangat 3G: Gold, Glory dan Gospel pada tahun 1200 an. Dengan berbekal Peta yang dibuat oleh seorang Pedagang Muslim Gujarat Al Qurtubi. Eksplorasi lautan pun di mulai hingga Benua Amerika ditemukan oleh Bartholomeuz Diaz.  Tetapi karena bukan benua itu lah si Timur Jauh  yang dikenal sebagai sumber rempah-rempah, dan getah pohon berharga: barus, damar sebagai bahan kemenyan yang sudah mulai menjadi komoditas mahal saat itu. Perjalanan Diaz dilanjutkan hingga Tanjung Harapan di  Benua Africa. Cape of Hope selanjutnya tumbuh menjadi titik penting pelayaran modern, hingga kini. Titik penghubung 5 benua! 
Dan semakin kuatlah Silk Road dengan tumbuh jalur baru di bagian utara Africa yang melintasi bagian “dalam” Jazirah Arab. Tak pelak daerah pedalaman Arab tumbuh pesat, hingga mengantarkan Islam sebagai kebudayaan di titik kejayaan pada tahun 1500 an di Africa Bagian Utara, Negara Teluk Arab, Asia Barat, dan Sebagian Eropa dengan Andalusia di Granada sebagai pusatnya. Naaaah…tuh kan, ketauan kenapa Islam bisa menyebar ke seluruh penjuru dunia? Karena perdagangan dan bersifat ADAPTIF. Bersahabat karena berangkat dari budaya ngobrol bin getok tular, diskusi…mungkin nongkrong di angkringan atau warung kopi kalau sekarang. Gak pake teriak-teriak…takbiiiir & angkat senjata. Sehingga pedagang-pedagang muslim relatif lebih di terima di daerah Timur Jauh…..Nusvantara. Mereka masuk dengan cara berdagang, bergaul dan membaur dengan penduduk Nusvantara di Swarnadwipa dan Javadwipa. Sehingga mereka pun tidak kesulitan menjelajah hingga Cellebes dan Mollucas. Naaah…disitulah paham dan budaya yang bernama Islam menyebar dan berakulturasi dengan budaya tempat para pedagang dari Asia Barat, terutama Gujarat, bukan ARAB, menyebar ke seluruh wilayah Timur Jauh. 
Masih sanggup baca? Gak ngantuk? Gak puyeng? Hehehe. Lanjut yaaaa…Tahun 1300-1500 an terciptalah world order karena apa? PERDAGANGAN. Dan bukan sekedar dagang, tetapi FAIR TRADE.  Tak heran, Jack Ma si pendiri Alibaba menyatakan: WHEN TRADE STOP, WAR START (2017). Itu terbukti Cina, Inggris, Spanyol, Portugis, Belanda, Prancis, Ottoman Turki tumbuh menjadi kerajaan dan bangsa kuat di saat itu. Terjadi pembagian spesialisasi komoditi dari bangsa-bangsa ini, baik dari sisi hulu (produksi dan pencarian di Timur Jauh/ Nusantara) maupun sisi hilir, jalur distribusi komoditas menjadi kunci. 
Naaaah…yg namanya orang serakah itu, memang udah ada di segala jaman. Para penjelajah Eropa mulai ingin menguasai seluruh komoditas Timur Jauh. Terjadilah kolusi yang tidak sehat dengan para penguasa lokal, raja-raja kecil itu mulai dikenalkan dengan barang-barang mewah yang berasal dari China, Eropa, Jazirah Arab : porselain, bludru, dan OPIUM a.k.a Candu yang dipakai para pelaut itu sebagai penenang mabok laut. Buahahaha, kata orang siiih, yg namanya mabok laut itu parah banget..nah kebayang jaman mereka kaaan…makanya candu digunakan. Xixixxi, selalu ada dark side of everything baby😊 Hal ini yang membuat kamar dagang yang awalnya hanya mau cari barang, mulai menyentuh ranah politik. Belanda termasuk kerajaan yang paling terakhir menjelajahi lautan Atlantik untuk mencapai Nusantara, mereka mampu berlayar setelah  JP. Coen berhasil mencuri peta dari bos nya, seorang saudagar Kerajaan Spanyol, dan menyerahkannya ke Ratu Belanda…sehingga JP Coen mendapat hadiah dan diberi 15 Kapal plus awak kapal untuk berlayar….inilah VOC. 
Jadiiiii…..jadi nih yaaaaa, yang namanya jalur perdagangan nusantara atau bahasa kekiniannya sekarang TOL LAUT itu adalah jalur kuno perdagangan Nusantara yang ada sejak tahun 1500 an..masa kejayaan Islam. Wiiiii…keren bukan? Jokowi membaca sejarah. JAS MERAH! Memang, tol laut dalam eksekusinya banyaaaaaak banget catatannya, terutama dalam meletakan hub/ titik hubung pelayaran. Dan Suku Bugis lah yang sangat paham tentang alur perairan nusantara. Suku Bugis pula lah suku penjelajah nusantara yang jangkauannya hingga ke Tanjung Harapan. Yang memberi harapan pada Bartholomeus Diaz saat itu untuk melanjutkan pelayarannya hingga masuk ke Selat Malaka….salah satu pelaut tangguh itu adalah ARU PALLAKA 😊
Hayoooo, sapa yang Bugis di jajaran pemerintahan? Get the picture? Good! 😉 Nah, soal temperatur panas politik Indonesia saat ini. Jelas Presiden Jokowi sampai bete dan doi berkata yang tidak sesuai aturan…GEBUG. Dan saya bener-bener sepakat…..bahwa sekarang masalah bersama yang kita hadapi itu bukan bangsa besar mencaplok bangsa kecil. Tetapi bagaimana menjadi bangsa yang cepat, tangkas dan tanggap. Kata Jokowi sih…persaingan negara itu sekarang masalah lebih cepat atau lebih lambat. Menjadi bangsa yang produktif..tapiiiiii, tapi ya pakde…ya gak boleh MPC a.k.a Mbuh Piye Carane atau asal cepat. Daripada bikin masalah baru…macam urusan aplikasi transportasi online. Dudududu…saya sih seneng aja, jadi dapat pasar. Xixixixi 😃   
Oya, satu catatan lain. Please deh Pak Jokowi, jangan ulangi kesalahan 2008. Indonesia jadi mundur 1/2 langkah.  Presiden & Wapres yang harmonis jadi bubar jalan karena rumor, gosip dan gesekan orang-orang terdekatnya yang penuh dengan kepentingan. Pahami karakter masing-masing. Jawa dan Bugis tidak akan pernah bisa sama, tetapi bisa bekerjasama. 
Wuuuiiih…..panjang beeet. Okay, supaya pada gak pening. Cerita Silk Road ini saya bagi dua postingan yak…stay tune. Don’t miss me too much 😉 
#myjourney #workingmom #creativehead #indexpolitica #sejarah #geopolitik #silkroad #jalursutra #indonesia

(Tulisan dari Arum Kusumaningtyas

Mang Insan

Mang Insan

Belajar teruss..

Tulis tanggapan anda: