​Koppig untuk Indonesia 

(Tulisan yang cerdas dari Arum Kusumaningtyas) 




Okay, sekarang kita belajar sejarah. Masih ingat GANEFO atau lebih tepatnya…pernah dengar tentang GANEFO? Opo to kui Rum? GAMES OF THE NEW EMERGING FORCES. Bentuknya? Pekan olahraga.  What? Wkwkwkw 😀
 Eh..eh..tapi itu tadi OBOR apaan sih? nah, kalau itu One Belt One Road…what??? Opo meneh kuiii?? Mega proyek infrastruktur plus skema pembiayaannya, darat & maritime. Wow!
1963

Presiden Sukarno menginisiasi GANEFO, semacam pesta olahraga tingkat dunia yang diikuti 46 negara dari Benua Asia, Afrika, Amerika Selatan, dan jazirah Arab. GANEFO muncul karena saat pelaksanaan Asian Games 1962 di Jakarta, Presiden Sukarno menolak kontingen Israel dan Taiwan yang merupakan anggota resmi KOI (Komite Olimpade Internasional).
 Ada yang ngamuk dong? Pasti…buktinya Indonesia langsung dicoret tidak ikut berlaga di Olimpiade 1964 di Tokyo. Ora patheken!  Kata Sukarno, langsung lah beliau menginiasi GANEFO tersebut. Kenapa olahraga dipolitisir? Woooh, bukan. Ini sarana Sukarno untuk merawat anak-anaknya. Ingat Indonesia bertaji saat itu di dunia olahraga internasional. Dan olahraga juga perekat anak-anak bangsa yang paling efektif saat itu, dari sabang sampai merauke berjajar pulau-pulau…eh, malah nyanyi 😀
Terus kenapa Sukarno menolak Israel dan Taiwan hingga dilarang ikutan Olimpiade Tokyo? Gini lho…untuk Taiwan karena Indonesia itu mendukung kebijakan One China Policy. Sedangkan untuk Israel, Indonesia  mendukung Liga Arab terhadap krisis di jazirah Arab saat itu yang dipicu oleh keterlibatan AS mendukung Israel. Ok…sampai sini jelas? 
Next, kita lihat negara-negara yang ikut bergabung di GANEFO. List nya? Google sendiri. Jangan malas-malas! 😛 Kita akan lihat negara-negara itu sebarannya ada di titik-titik yang berada di jalur Silk Road (ntar saya tulis terpisah tentang ini deh!)  Nah, tau kan artinya… Masa itu AS sedang tumbuh menjadi super power dengan proyek Hollywood nya sebagai corong komunikasi termasuk mulai agresi militer di Asia Tenggara. Sikap Sukarno yang KOPPIG ini tentunya membuat sebel Washington. Jadi ya mulai lah rame-rame dibikin, rumor sana sini dimunculkan, riuh ricuh dengan mengangkat topik utama komunisme mengingat Sukarno baru mengeluarkan pandangan politiknya NASAKOM. Sukarno menjadi sasaran empuk hinaan dan ketidak percayaan kaum relijius dan mahasiswa terlebih Indonesia sudah pernah memiliki pengalaman buruk dengan komunis di tahun 1948. 
IMHO, Sukarno saat itu sudah terlalu tua untuk menjabat sebagai presiden. Sudah 60 tahunan, memiliki gaya bahasa yang berbeda dengan para pendemonya yang rata-rata anak muda, kelas menengah..the raising class in JAKARTA. Isu, rumor dan berita yang gak jelas membuat semua resah dan…..BOOM, kita tahu apa yang terjadi di akhir September 1965. 
2017

Presiden Jokowi dengan pembangunan infrastruktur, naik trail di Papua dan memimpin secara langsung delegasi Indonesia di KTT One Belt One Road (OBOR), sebagai turunan mega proyek ambisius yang digagas oleh China…New Modern Silk Road. Revitalisasi jalur perdagangan dan kebudayaan kuno yang paling komprehensif sebagai pembentuk peradaban manusia yang kita kenal dan kita jadi bagiannya saat ini. Apakah ini ujuk-ujuk? Wooo…jelas tidak. China menginisiasi New Modern Silk Road ini sejak tahun 2013. Kenapa? China selalu menerapkan kebijakan panda untuk diplomasi keluar dalam rangka menunjukan eksistensinya keluar. 
Sebelumnya, tahun 2012, China mencoba mengeluarkan strategi CIPS ( China International Payment System) untuk menggoyang dominasi Amerika Serikat dan direncanakan diluncurkan tahun 2015. Hasilnya? GAGAL. Walau didukung oleh banyak negara termasuk Indonesia dan Russia, Januari 2015 lalu…CIPS begitu dilaksanakan melempem. Nah, hebatnya China itu saudara-saudaraku…evaluasi dan analisa mereka yang sangat kuat. Masalah tata keuangan internasional memang sulit ditembus karena kuatnya G7, G20, Bank Dunia, IMF yang patronnya masih sama…Amerika Serikat.
Sembari testing the water terhadap strategi pandanya itu, China mulai memahami bahwa akar permasalahan dari ketimpangan dunia saat ini dengan kerangka jalur silk road itu, adalah infrastruktur dan memahami posisi Indonesia adalah SENTRAL sebagai supermarket bahan baku yang akan menghidupi dunia. Hal ini terjadi dengan membaca kembali peta jalur sutra….yang mengenalkan rempah-rempah, padi dan tanaman biji-bijan lainnya, dan kapur barus sebagai komoditas berharga yang dibayar dengan kain sutra. 
Masih sanggup baca? Gak bosen? Yakin? Lanjut ya…

Belajar dari kesalahan di tahun 2012, si Panda China mulai menurunkan proyek ambisiusnya ini ke dalam rencana-rencana aksi yang lebih riil dan mengkombinasikan dengan sistem keuangan yang sudah diluncurkan sebelumnya. Proyek OBOR adalah pembangunan infrastruktur besar-besaran, merata, darat dan maritim di lima benua dengan titik daerah yang dilewati jalur silk road (jalur ini sudah jadi world herritage UNESCO di tahun 2013). Indonesia sangat diuntungkan karena posisinya yang strategis dan merupakan titik awal tumbuhnya jalur sutra ini, tempat beragam komoditas berasal. Presiden Jokowi membaca kemana arah angin berhembus. Jalur Tol Trans Sumatera dan jembatan Sumatera-Jawa ditunda, bukan karena itu produk pemerintahan sebelumnya, tetapi memang arah angin berubah dan Jokowi harus bersifat taktis. Buktinya proyek MIFEE di Merauke dilanjutkan dan dibesarkan skalanya.
Dan Indonesia sebagai surga, nuswantara, tempat semua komoditas penting yang membangun peradaban kita saat ini berasal….selalu menjadi rebutan dan perhatian layaknya gadis impian (duuuuuh…kalau nasib mahmud 3 buntut kayak saya gimandraaa? wkwkwkwk :P) Karena…YA, Dunia kita sedang berubah. Polar bergeser…mencari bentuk, mencari kutub baru…dan satu-satunya cara yang mampu meredam Perang Dunia III adalah dengan kembali ke titik 0…
Nah, bagaimana posisi di titik 0? Adem ayem? Banyak aktor baru muncul dengan beragam kepentingannya dan kostumnya sangat ingin mengambil kesempatan. Untuk menjadi pemenang yang diharapnya mampu memberinya kekuasaan dan menguasai segalanya. Aktor-aktor lama pro status quo dan diuntungkan dengan keadaan selama ini? Ya tentunya berusaha keras untuk mempertahankan kondisi nyaman dan kendinya. Dan percaya deh…cara kerja mereka saat ini lebih mudah. Thanks to sosmed kan? 😉 
Nah, sekarang sebagai penghuni di titik 0….pilihan ada di tangan kita semua kawan. Mau mudah terprovokasi, ikutan bikin riuh dan ricuh…atau mau duduk diam sejenak walau kondisi tak nyaman…kena serangan wannacry di ATM  dan membiarkan Pemerintah kita bekerja. Senantiasa menjaga kepakan garuda di seluruh penjuru nusantara dengan menikmati mutumanikam, mozaiknya nusantara.  Yuk ah, kibas poni dulu kita! 😉
#myjourney #workingmom #creativehead #indexpolitica #foreignpolicy #diplomacy #geopolitical #geostrategy #silkroad #komunikasipolitik

Mang Insan

Mang Insan

Belajar teruss..