​Pembatalan (Orasi Pemikiran) Khalid Basalamah di Bumi Siginjei

Akhirnya Khalid Basalamah dibatalkan mendampingi Gubernur Jambi dalam agenda yang bertajuk Halal bi Halal dan Tabligh Akbar bersama Gubernur Jambi. Pembatalan Khalid merupakan reaksi masyarakat atas beredarnya surat yang diterbitkan oleh pj Sekretaris Daerah a.n Gubernur Jambi yang menyebutkan pada point-2 bahwa penceramah yang dijadwalkan akan mendampingi Gubernur Jambi pada safari silaturahim di lima kabupaten se antero Jambi Raya adalah Khalid Basalamah!. Adapun rundown acara terlampir.

Sontak kaum muslimin terhenyak. Hal ini segera saja menjadi tranding topic dan diskusi hangat di pelbagai group media sosial yang merambah ke pelosok-pelosok, sejauh signal internet merambah nitizen. 
Diskursus yang beredar dapat dimaklumi, mengingat bagaimana wawasan masyarakat terhadap track record pemikiran Khalid Basalamah yang sangat kontroversial. Kehadiran Khalid diyakini bukan saja kontra-produktif terhadap alam akidah ahlussunnah wal jama’ah sebagaimana yang dianut oleh mayoritas umat Islam di Provinsi Jambi. Pembatalan ini sekaligus sejatinya merupakan upaya antisipasi atas legitimasi subhat pemikiran Khalid dalam konteks integrasi, toleransi dan nasionalisme berbangsa dan bernegara di kemudian hari. Sebagaimana diketahui, Khalid bukan hanya bermasalah dengan pokok akidah amaliyyah Ahlussunnah wal Jamaah. Penceramah ini juga pun ditenggarai tidak memiliki integritas keIndonesiaan yang produktif dalam materi-materi ceramahnya. 
Hari ini masyarakat kembali bernafas lega dengan respon sigap Pemerintah Provinsi Jambi dalam mensikapi kegelisahan masyarakatnya. Tentu, ini patut untuk diapresiasi. Hal ini sekaligus menunjukkan bagaimana silent majority senantiasa setia mengawal dan mendukung penuh prosesi program TUNTAS yang sedang berlangsung di segala bidang.
Semoga Bumi Siginjei senantiasa dilindungi oleh Allah SWT dan dihiasi Umara yang adil dan Ulama yang ‘amiliiin. Aamiiin.

Penulis: Sugeng Riyadi Syamsudien

Mang Insan

Mang Insan

Belajar teruss..