​Surat calon politikus pada kekasihnya

(Tulisan imajinatif dari Dimas Nur, penggiat kesenian di Ponorogo) 

Dik, Mas masih sibuk belum bisa pulang. Lipen pesenanmu sedang dalam perjalanan. Surat ini mas tulis untuk mengisi waktu menunggu para korlap berkumpul. Besok demo. Maafkan mas yang belum bisa pulang. Doakan demo demo yang mas bikin bisa sukses. Semoga setelah ini mas bisa naik karir. Mas memilih pekerjaan ini karena hanya pekerjaan ini yang bayarannya mahal. Adik tau sendiri kan, tenaga manusia kalah sama mesin. Jika pengen bekerja tenaga kita harus murah, jika tidak mau murah ya diganti mesin. Makanya mas terjun ke politik. Mesin gak bisa ngerahin massa dik, tapi mas bisa. Mesin gak bisa fitnah, tapi mas bisa. Makanya mas dibayar mahal karena gak bisa digantikan mesin. Jaman sekarang apa apa yg bisa dimesinkan jadi murah, tapi politik tak bisa dimesinkan. Dik, pesenanmu rok mas ganti gamis ya, mas lagi nggarap orang beriman biar mas lebih terpercaya. Segitu dulu dik, mas bagi bagi duit dulu. C U.

masmu ..

Mang Insan

Mang Insan

Belajar teruss..