40 % PAD Jakarta berasal dari Pajak Kendaraan Bermotor

Trend peningkatan jumlah kendaraan, menurut pakar transportasi Achmad Izzul Waro dalam presentasinya pada Diskusi Publik Perjalanan Transportasi Publik Menuju Era Tanpa Uang Tunai di Depok, 2 Oktober 2017, karena pemerintah juga membutuhkan pajak ya. Misalnya Pendapatan Asli Daerah (PAD) DKI Jakarta sebesar Rp 12 trilyun, 41 % diantaranya berasal dari pajak kendaraan.  

Jakarta dan kota-kota besar lainnya sudah menjadi car-addicted. Berdasarkan UU No 28/2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah, 3 dari 5 pajak provinsi terkait dengan kendaraan bermotor. Itulah dilema yang dihadapi dalam mengatasi kemacetan sehingga rekayasa payment system dan teknologi perlu dikembangkan, misalnya dengan e-money, QR Code based payment dan virtual account.

Sedangkan rekayasa sosial diciptakan untuk membangkitkan gerakan sosial peduli transportasi. Di Seoul, jalan tol sudah dihancurkan, dijadikan pedestrian. Di Indonesia, dari total perjalanan sekitar 49 juta di Jakarta, bus Transjakarta baru bisa melayani sekitar 500 ribu.

Sebelumnya, Aully Grashinta dalam paparannya tentang psychoculture menegaskan change is irresistible, perubahan adalah kepastian. Memang tidak semua orang memiliki pengetahuan untuk melakukan transaksi digital, pendidikan belum menunjang, buta huruf dan miskin. Mereka akhirnya hanya menyerap informasi yang diinginkan mengenai berbagai masalah seputar penerapan e-money.

Itulah pentingnya change management, mengelola perubahan untuk menurunkan resistensi dan meningkatkan adaptasi. Pengalaman Singapura, 75% pengguna Grab menggunakan cashless atau tanpa uang tunai. Selain lebih mudah/nyaman daripada tunai, bagi konsumen cashless juga mengurangi resiko kriminalitas serta lebih murah dan mudah daripada mengantri di bank. Berdasarkan Studi PayPal, 65% merchant merasa sulit mengikuti tren, tapi ini hanya masalah sosialisasi. Insentif tidak perlu mengantri menjadi aspek pendukung.

Sejarah Universitas Indonesia (UI) Bondan Kanumoyoso mengungkapkan perkembangan transportasi umum di Jakarta dimulai sejak Indonesia memperoleh pengakuan kedaulatan di akhir tahun 1949. Ada moda angkutan yang tetap bertahan sampai sekarang, seperti bus kota, kereta api, bajai, dan taxi dll. Sedangkan moda angkutan trem, helicak, oplet, dan becak sudah hilang. Muncul moda transportasi baru seiring dengan perkembangan kota Jakarta, diantaranya ojek, busway, angkutan sewa khusus, baik taksi online maupun ojek online.

Sedangkan Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi DKI Jakarta Andri Yansah, dalam paparannya antara lain menyampaikan perkembangan Bus Rapid Transit (BRT). BRT Transjakarta telah beroperasi dengan 12 Koridor dan akan beroperasi Koridor 13 dengan Jalur Elevated. Dishub Provinsi DKI Jakarta dan PT. Transportasi Jakarta telah mengkaji kebutuhan Akumulatif Bus sesuai rencana operasi 2017 sebanyak 152 trayek dengan 3.406 armada. Rinciannya, 13 Koridor Full BRT sebanyak 873 bus, 36 Trayek Penugasan 298 bus, 80 Trayek Bus Non BRT 1454 bus, 23 Trayek Transjabodetabek 781 bus.

Saat ini telah terealisasi 1.666 unit bus. Sesuai Pergub Nomor 26 tahun 2017, telah diberlakukan layanan Transjakarta Gratis bagi 14 kategori masyarakat penerima layanan Transjakarta Gratis. Bus kecil sebagai angkutan umum pengumpan sistem BRT atau yang disebut feeder akan terintegrasi dengan halte BRT.

Menanggapi pemaparan yang disampaikan tersebut, salah satu peserta menyatakan penggunaan cashless memang bisa mendorong peningkatan konsumsi. Sementara konsumsi itu bisa men-trigger pertumbuhan ekonomi, namun kalau tidak bisa dikontrol akan menyebabkan kita kolaps. Menurutnya, payung hukum yang ada saat ini juga tidak memungkinkan BUMN tertentu yang bergerak dalam bidang transportasi masuk dalam skema penataan dari Dishub Provinsi DKI Jakarta.  Penanggap yang lain menyatakan, kita semua berada tahap frustasi, bahkan pelaku transportasi juga depression, karena itu sebaiknya action saja.

“Bukan payung hukumnya tidak tersedia, namun mereka tidak mau saja,”cetus Andri Yansah. “Ada ego yang belum bisa dihilangkan.”

 

*****

Tulis tanggapan anda: