5 Triliun : Menguak Sisi Lain Kongres PMII yang Berkeadaban

Oleh : Sahran Raden*

Alhamdulillah Konggres PMII di Masjid Agung Darussalam pada tanggal 15 sd 21 Mei 2017  telah usai,  dengan diketoknya palu sidang penetapan Ketum PB PMII terpilih Sahabat Agus Herlambang dan Ketum PB KOPRI PMII terpilih  sahabat Septi Rahmawati pada jam 7.00 pagi. Hiruk pikuk konggres baik di dalam maupun di luar sana mewarnai pemberitaan media massa dan media sosial. Suatu catatan positif Konggres PMII ke XIX pimpinan Sahabat Aminuddin Ma’ruf sebagai Ketua Umum PB PMII periode 2015 -2017 dengan mengusung tema Meneguhkan Konsensus Bernegara menuju Indonesia yang Berkeadaban, telah menegaskan kembali sisi misi Islam Nusantara sebagai equalibrium antara Islam yang moderat dan Islam yang tradisionil yang menghargai akan kearifan lokal masyarakat, sebagaimana Ketika Islam ini disebarluaskan di tanah Nusantara Indonesia melalui masyarakat pesisir. Pada sisi lain kami memperkirakan 5 Triliun uang beredar di kota palu sebagai kontribusi PMII selama kongres terhitung selama mempersiapkan kongres 6 bulan sebelumnya sampai dengan 3 hari pascakonggres.

Perederan uang dikota palu yang puncaknya pada tanggal 14 – 23 Mei telah memberikan sisi positif bagi keuangan dan pendapatan ekonomi masyarakat. Aspek ini dapat dilihat dengan masuk keluarnya orang melalui bandara mutiara Sis Al Jufrie Palu di kisaran 8.000 ribu dari mulai peserta, alumni, para pejabat menteri dan lembaga negara, Kapolri dan lainnya. Belum lagi hadirnya Presiden Jokowi dan Rombongannya, yang berdampak pada pembelian tiket melonjak dan penerbangan penuh di hari-hari tersebut. Bahkan harganya melonjak tinggi diakibatkan permintaan konsumen yang sangat banyak, tidak tidak singkron antara supply and demand. Artinya tidak berimbang antara ketersediaan tiket dan jumlah penerbangan.

Hotel bintang, melati serta penginapan biasa, bahkan rumah rumah penduduk yang disewa selama 14 hari merupakan bagian kontribusi peningkatan peredaran rupiah. Sebut saja hotel bintang seperti Mercure, Swiss Beel Hotel tempat Presiden Jokowi Menginap, Santika, Best Western Coco, Sutan Raja, Roa Roa, Citra Mulia, dan seluruh hotel di palu ( sy tdk sebutkan dalam tulisan ini )  penuh sesak dengan tamu konggres PMII. kuliner makanan mulai dari Resto besar sampai warung kaki lima diserbu oleh para tamu konggres PMII makanan khas kaledo, uta dada, bawang goreng dan oleh-oleh khas palu lainnya merupakan kesukaan para tamu PMII yang dibawa serta dan bahkan wajib dinikmati oleh penikmat kuliner PMII. Terhitung 800 tental mobil  digunakan oleh tamu konggres PMII baik sekedar menikmati kota palu maupun 15 tim sukses kondidat calon ketua Umum PB PMII dan 5 Calon Ketua Umum PB KOPRI PMII. Tercatat ada ratusan penjual dan pedagang disekitar masjid agung dan asrama haji yang laris manis dijajal oleh peserta konggres mulai dari Batu Akik khas palu dan pakaian khas konggres Dll. Selanjutnya hikma yang sangat berharga betapa PMII telah mengajarkan kepada masyarakat luas akan pentingnya menghargai kearifan lokal sebagai adat istiadat masyarakat setempat yang harus dijunjung tinggi dan ditaati oleh setiap orang.  Promosi pariwisata daerah yang sangat luar biasa dapat diperkenalkan oleh konggres PMII melalui 34 provinsi dan 300 Kabupaten kota seIndonesia yang ada kepengurusan PMII di nusantara. Mereka adalah duta konggres yang sedang berwisata di Kota Palu dan akan mempromosikan keindahan dan kearifan kota palu seluruh nusantara Indonesia dan bahkan kepada dunia. Konggres berkeadaban di Palu tinggallah ditulis dalam catatan catatan sejarah buku buku PMII yang mewarnai tinta2 kesejarahan atas kontribusi PMII pada bangsa dan Negara.

* Ketua Pimpinan Sidang Pemilihan Ketum PB PMII Konggres ke XIX

Tulis tanggapan anda: