Ada Apa Diusia 40 Tahun ?

Oleh : KH. Jamaluddin F. Hasyim / Gus Jim (Ketua KODI DKI) 

Banyak orang yang berbeda dalam menyikapi memasuki usia 40 tahun, sebagaimana kita ketahui bahwa usia 40 tahun adalah usia di mana seseorang sudah mencapai tingkat kematangan yang disebut dengan dewasa madia atau usia paruh baya dimana umur manusia dibagi dalam periode anak-anak sampai dia remaja, kemudian dewasa sampai remaja, yaitu sampai usia 22 tahun dan kemudian usia 20 tahun sampai 40 tahun, adalah masa dewasa di mana masa ini adalah masa yang sangat produktif dalam mencari nafkah, dalam belajar menuntut ilmu, dan lain sebagainya dan sampailah di usia 40 tahun di mana biasanya seseorang sudah mencapai satu kematangan, satu kemapanan dan satu kesempurnaan.

Matang dalam segi keperibadian, mapan dalam segi ekonomi dan sempurna dalam segi fisiknya, yang sudah mencapai tingkat kesempurnaan, namun disisi yang lain adalah usia 40 tahun juga di tandai dengan menurunnya kualitas tubuh manusia periode tumbuh kembang sudah selesai, sudah mencapai puncaknya di usia 35 tahun dan kemudian di usia ini adalah, usia di mana manusia menyiapkan diri untuk turun kembali kepada masa-masa kelemahan dirinya.

 Sebagaimana hadits Rasulullah saw.

”Barang siapa yang kami panjangkan umurnya maka kami akan kurangi dalam penciptaannnya”.

Ketika di masa bayi dulu,ia tidak bisa berjalan belum punya gigi tidak mampu berlari dan lain sebagainya semakin tua kemampuan ini, semakin menurun dan kemudian kembali seperti masa yang lalu sebagai mana masa kanak-kanak, kelemahan dalam fisik, ketergantungan kepada orang lain, dan juga banyak sekali gejala emosional yang lebih mirip dengan anak kecil yang butuh diperhatikan, butuh diberikan kasih sayang.

Sebagaimana Firman Allah Swt, dalam Sura Al A-Ahkaf :15 Sehingga ketika seseorang manusia mencapai kematangan, kedewasaannya dan mencapai usia 40 tahun dia berkata, ya tuhanku berikanlah ilham kepada-ku untuk bersyukur kepada-Mu atas segala nikmat yang engkau berikan kepada ku, dan kepada kedua orang tuaku, dan juga berikanlah kebaikan kepada kepada keturunanku sesunguhnya aku kembali kepada mu dan seseungguhnya aku termasuk dari golongan orang-orang muslimin”.

Di sini digambarkan bahwa di usia 40 tahun seseorang harus memilki kesadaran total tentang dirinya, seseorang yang sudah berusia 40 tahun yang sudah mencapai segalanya secara ekonomi ia sudah mencapai kemapanan secara akal pikiran, ia sudah mencapai kesempurnaan dan juga secara kedudukan sosial, dia sudah mencapai suatu posisi-posisi tertentu, seharusnya di sinilah deglarasi yang di ajarkan oleh Al-Qur’an, do’a yang dipanjatkan yaitu ”ya Allah berikanlah aku ilham untuk mensyukuri nikmat yang engkau berikan kepadaku, nikmat berupa segalanya, baik itu dibidang ekonomi, nikmat dalam fisik, nikmat dalam keluarga, punya istri, punya anak, punya lingkungan pekerja punya karir dan lain sebagainya dan juga nikmat yang engkau berikan kepada orang tuaku yaitu nikmat berupa kasih sayang orang tua, bantuan hubungan orang tua selama ini dan seterusnya dan juga do’a untuk keturunan anak kita supaya mereka menjadi orang baik yang sholeh dan sholehah, ini semua merupakan do’a yang di ajarkan karena itu usia ini seharusnya semakin meneguhkan, kita untuk makin terus menambah lagi keshalehan-keshalehan.Usia 40 tahun dikatakan oleh Rasulullah saw, orang yang mencapai usia 40 tahun akan diringankan hisabnya oleh Allah swt, ini adalah kesempatan emas, manfaatkan lah dengan sebaik-baiknya, waktu masih tersedia, jangan sia-siakan, jangan sibukkan lagi dengan urusan dunia mulailah kita siap-siap kembali ke kampung akherat Allah masih memberikan kesempatan, waktu masih tersedia, jangan sia-sia kan.

Seorang hamba nanti akan dibangkitkan di hari kiamat bagaimana kondisi matinya apakah dia mati dalam keadaan beribadah, dia akan di bangkitkan sebagai ahli ibadah bahkan digambarkan seorang pemusik akan di bangkitkan dengan musiknya, seorang penjudi akan dibangkitkan dengan judinya inilah kondisi yang kita jaga”.

Oleh karen itu marilah kita berusaha selalu mengis hari-hari kita, dengan kebaikan-kebaikan yang semakin banyak sehingga kita tutup sambut, kampung akherat kita dengan semangat amal yang banyak yang sudah Allah berikan kepada kita”.

Tulis tanggapan anda: