Ahok dan La La Land 

Kisah Ahok itu seperti film La La Land. Keduanya memiliki “nasib”  yang sama. Film La La Land banyak yang memujinya dan mendapat banyak penghargaan. Tapi, ada juga pembencinya, yaitu mereka yang menganggap orang kulit tidak tepat sebagai tokoh yang sangat terobsesi dengan musik jazz. “Itu mestinya orang kulit hitam!” begitu teriak para pembencinya. Kekalahan La La Land di Piala Oscar tidak kalah dramatik dengan kekalahan Ahok di Pilkada. Keduanya sama-sama merasakan “kemenangan” untuk sementara, tapi fakta akhirnya mengalahkan mereka. Menariknya, setelah kalah, baik Ahok maupun La La Land tetap diperbincangkan, tetap banyak pengagumnya, dan lebih jadi menarik dan sexi dibandingkan sang pemenang…..

Mang Insan

Mang Insan

Belajar teruss..