Anda Disuruh Belajar, Bukan Sekolah atau Kuliah

Muhammad Atim

 

Di zaman yang serba materialisme ini, masih adakah yang namanya belajar?

Sudah bayar administrasi, punya seragam atau almamater, dari rumah berangkat meski kadang tak sampai. Anda anggap merekalah pelajar, sedangkan yang selainnya bukan.

Anda buat sekolah atau kampus, tapi anda anggap sebagai usaha mencari uang, sesungguhnya murid-murid anda tidak belajar.

Ketika murid anda yang penting lunas, yang penting lulus, yang penting dapat ijazah, yang penting banyak siswa supaya besar pendapatan, murid-murid anda tidak belajar.

Anda telah menyekolahkan anak anda, anda merasa telah mengeluarkan biaya banyak, anda anggap tugas anda membuat anak anda belajar telah selesai, ketahuilah anak anda belum belajar

Anda berangkat sekolah atau kuliah, tapi di pikiran anda yang penting dapat ijazah, bisa kerja, bisa cari uang, profesi anda diformalitaskan, anda tidak belajar.

Anak sekolahan yang tidak beradab karena tidak diajarkan dan dikondisikan, tidak menghargai guru tidak menghargai ilmu, tidak menghargai penampilan diri, tidak menghargai prilaku diri, mereka tidak belajar.

Anda bilang ke sekolah tapi untuk pacaran, iseng-isengan, seru-seruan, laga-lagaan, anda tidak belajar.

Anda berangkat kuliah tapi pikiran anda semakin rusak dan jauh dari petunjuk Alloh, anda tidak belajar.

Setelah anda lulus sekolah atau kuliah, kemudian anda berprofesi, anda merasa tidak ada ilmu, anda merasa ilmu yang mungkin ada tapi tidak bermanfaat, anda tidak belajar.

Karena belajar itu agar kita terhindar dari siksaan api neraka.

Karena belajar itu agar kita beradab dan berilmu.

“Jagalah dirimu dan keluargamu dari siksaan api neraka” (QS. At-Tahrim: 6), ditafsirkan, “ajarkanlah mereka adab, ajarkanlah mereka ilmu”. (Ibnu Katsir, 8/167)

Karena belajar itu agar kita semakin bertambah ilmu, semakin bertambah pula iman dan amal sholeh.

Karena belajar itu bukan membuat kita tetap bodoh, rakus, memperkaya diri, menyombongkan diri dengan pencapaian segala keinginan,

Tapi belajar itu untuk membaguskan aktifitas amal sholeh, memberi manfaat sebanyak-banyaknya, meluruskan kesalahan, mengembangkan yang sudah berjalan, sambung menyambung untuk terus menuju kesempurnaan.

Ini bukan anjuran agar anda tidak sekolah atau kuliah, tapi agar anda memilih sekolah atau kuliah yang bisa benar-benar belajar, karena belajar juga butuh guru, teman dan program.

 gambar: facebook hamzah sahal

Tulis tanggapan anda: