Asrorun Niam: Sudah Terdeteksi Pembuat Akun Hoax Fatwa MUI tentang Keharaman Pasang Bendera

Jakarta-jagatngopi.com- baru-baru ini jagat media sosial dikejutkan dengan banyaknya  informasi yang memposting Fatwa Fatwa terkait pemasangan Bendera Indonesia di masjid. Dalam berita tersebut, seperti diwartakan di muipusat.wordpress.com (15/8), menyimpulkan bahwa (1) Memasang atau mengibarkan bendera selain bendera islam yang terdapat pada syariat islam adalah haram. (2) Memerintahkan dan/atau meminta untuk wajib mengibarkan bendera selain bendera islam didalam rumah ibadah masjid adalah haram.

Jagatngopi.com mencoba mengkonfirmasi kebenaran berita tersebut kepada Asrorun Niam, Sekretaris Komisi Fatwa MUI. Niam, begitu ia sering dipanggil, menyatakan bahwa berita tersebut tidak benar (hoax). Dalam keterangannya Niam menyatakan bahwa berita tersebut adalah berita palsu, fitnah. Dalam info tersebut, lanjut Niam, disebutkan saya membacakan fatwa, dan menandatangani bersama Ketua Komisi Fatwa Kyai Makruf Amin.

Lebih lanjut, berikut pernyataan pers Asrorun Niam, terkait pemberitaan invalid tersebut:

1. Muncul berita hoax yang berjudul “MUI Mengesahkan Fatwa Haram Pemasangan Bendera Indonesia di Masjid ” di laman wordpress. Berita tersebut adalah berita palsu, fitnah. Dalam info tersebut disebutkan saya membacakan fatwa,  dan menandatangani bersama Ketua Komisi Fatwa Kyai Makruf Amin.  Padahal,  Kyai Makruf Amin adalah Ketua Umum MUI. Melihat modusnya,  sangat terencana untuk mendegradasi MUI dan merusak persatuan bangsa. Merusak suasana keharmonisan di tengah peringatan HUT Kemerdekaan.

2. Sikap MUI terkait dg kehidupan berbangsa dan bernegara, ttg hubungan agama dan negara,  soal peneguhan NKRI sdh tertuang jelas dalam produk2 fatwa dan kebijakan MUI.

3. Mohon masyarakat untuk tidak menyebrluaskan berita hoax yang bisa merusak sendi-sendi kehidupan berbangsan bernegara.

4. Waspadai adudomba,  saling menghina, saling mencela,  saling fitnah,  yang merusak persatuan bangsa. Pembuat dan penyebar berita hoax ini dipastikan adalah pihak yang anti-NKRI, pihak yang tidak ingin Indonesia aman,  pihak yang senang terjadinya disharmoni bangsa,  dan pihak yang tidak beragama.

5. Meminta kominfo untuk menutup dan nencegah perluasan berita hoax tersebut. Saya sudah koordinasi dengan Kominfo,  dan sudah terdeteksi akun pembuatnya.

6. Meminta aparat penegak hukum untuk melakukan langkah hukum,  mencari, menemukan n mengambil langkah hukum bagi penyebar berita hoax yang bs mengancam keutuhan bangsa.

Wassalam

Asrorun Niam Sholeh

Sekretaris Komisi Fatwa MUI

 

—–

Lampiran:

Hasil Keputusan ijtima Komisi Fatwa se-Indonesia

PENEGUHAN BENTUK DAN EKSISTENSI NEGARA

KESATUAN REPUBLIK INDONESIA

 

1. Kesepakatan bangsa Indonesia untuk membentuk Negara  Kesatuan Republik Indonesia sebagai ikhtiyar untuk  memelihara keluhuran agama dan mengatur kesejahteraan  kehidupan bersama, adalah mengikat seluruh elemen  bangsa.

2. Pendirian NKRI adalah upaya final bangsa Indonesia untuk  mendirikan negara di wilayah ini.

3. Wilayah NKRI dihuni oleh penduduk yang sebagian besar  beragama Islam, maka umat Islam wajib memelihara keutuhan  NKRI dan menjaga dari segala bentuk pengkhianatan terhadap  kesepakatan dan upaya pemisahan diri (separatisme) oleh  siapapun dengan alasan apapun.

4. Dalam rangka menghindarkan adanya pengkhianatan dan/ atau pemisahan diri (separatisme) negara wajib melakukan  upaya-upaya nyata untuk menciptakan rasa adil, aman dan sejahtera secara merata dan serta penyadaran terhadap elemen-elemen yang cenderung melakukan pengkhianatan atau separatisme.

5. Upaya pengkhianatan terhadap kesepakatan bangsa  Indonesia dan pemisahan diri (separatisme) dari Negara  Kesatuan Republik Indonesia yang sah, dalam pandangan  Islam termasuk bughat. Sedangkan bughat adalah haram  hukumnya dan wajib diperangi oleh negara.

 

6. Setiap orang, kelompok masyarakat, lembaga-lembaga atau  organisasi-organisasi yang melibatkan diri, baik secara  terang-terangan maupun tersembunyi, dalam aktifitasnya  yang mengarah pada tindakan pemisahan diri (separatisme)  dari NKRI adalah termasuk bughat.

Tulis tanggapan anda: