Babur Royyan

Dari Sahal Bin Sa`ad Rodhiya Allahu `anhu bahwa sesungguhnya Nabi SAW telah bersabda : Sesungguhnya di Sorga ada pintu yang disebut Ar Royyan, masuk dari pintu itu orang-orang yang berpuasa pada hari kiamat, selain mereka ( orang-orang yang berpuasa ) tidak ada sesorang yang bisa masuk dari pintu itu, ( pada saat itu ) dipanggil : Di mana orang-orang yang berpuasa ? Maka berdirilah mereka, kemudian masuk surga. Jika mereka (orang-orang yang berpuasa) telah masuk semua, maka pintu ( Ar Royyan ) ditutup. Maka tidak ada seorang pun yang masuk dari pintu ( Ar Royyan )

(HR. Ahmad, Al Bukhori, Muslim )

Ar Royyan itu isim fa`il dari fi`il madhi rowiya, yang punya arti puas, segar, tidak haus. Ar Royyan berarti orang yang puas, segar, tidak pernah haus.

Dari keterangan di atas, digambarkan besok di hari kiamat orang-orang yang berpuasa akan masuk sebuah pintu sorga yang khusus bagi mereka yaitu Babur Royyan. Dalam riwayat lain diceritakan bahwa orang-orang yang memasuki pintu Ar Royyan akan menikmati minum di dalamnya dan tidak akan dahaga selamanya.

Jika digambarkan di hari kiamat, orang-orang menunggu antrian untuk dihisab amalnya, matahari didekatkan jaraknya, tentu dapat dibayangkan rasa haus yang luar biasa bagi manusia saat itu.

Kita masih di dunia, tidak minum setengah hari, jika suasananya panas, tentu merasakan haus yang sangat terasa. Dan sudah jadi fitrah manusia, antara menahan lapar dan haus lebih berat menahan haus. Manusia dapat bertahan lebih lama dengan persediaan air tanpa makanan dari pada ada makanan tetapi tapi tidak ada air. Maka bersyukurlah anda ketika saat ini masih diberi kenikmatan berupa air yang berlimpah.

Di hari kiamat, pasokan air kita, dipersiapkan di dunia ini, dengan menjalankan ibadah puasa.

Tanpa puasa, jangan harap akan mendapat walau pun seteguk air, dalam suasana panas yang super luar biasa dan mencekam.

Setelah minum di surga dengan melalui pintu Ar Royyan, orang yang berpuasa tak akan pernah merasakan haus selamanya. Ini balasan di akherat kelak bagi shoimiin.

Jika kita berusaha mengambil hikmah dari riwayat dia atas, maka dapat kita ambil pelajaran, bahwa sesungguhnya orang-orang yang berpuasa sedang menuju masuk pintu Ar Royyan, untuk menjadi pribadi yang puas, segar, tidak haus.

Orang yang berpuasa dengan sesungguhnya, akan menjadi pribadi yang tidak haus dalam urusan dunia, jabatan dan tetek bengeknya. Dia akan menjadi pribadi yang tangguh dalam menghadapi hidup yang serba berkekurangan. Dia akan menjadi pribadi yang tetap sederhana walaupun hidup dalam berkecukupan.

Orang yang berpuasa akan memiliki pribadi Ar Royyan, selalu segar, selalu semangat, selalu optimis, dalam menghadapi masalah apa pun. Sebesar apa pun masalah, bagi pribadi Ar Royyan, akan dihadapi dengan penuh keyakinan akan pertolongan dari Allah SWT.

Dulu orang tua kita ketika menghadapi penjajah, banyak yang berpuasa, seperti Panglima Besar Jendral Sudirman. Walau pun dalam medan perang tetap berpuasa sunah. Juga Guru-guru kita para Kyai, ada yang berpuasa shoumud dahri, puasa tahunan. Dan hasilnya kita rasakan sekarang. Mudah-mudahan puasa kita dapat menghantarkan kita menjadi pribadi Ar Royyan.