Berma`shiyat Tapi Benci Ma`shiyat

Setelah sholat maghrib dan makan, Kang Rapidi bergegas menuju aula pondok untuk mengikuti pengajian Romo Kyai. Kitab yang dibaca adalah kitab Ushfiriyah. Terlihat di halaman aula pondok, sudah mulai berjejer sepeda para santri kalong yang akan mengikuti pengajian. Yah, memang selain santri mukim, ada juga santri kalong yang aktif mengikuti pengajian pondok yang diasuh Romo Kyai. Sambil menunggu kedatangan Romo Kyai, para santri membaca bersama-sama syair sifat wajib Allah wujud, qidam, baqo dan seterusnya berulang-ulang.

Sampai akhirnya Romo Kyai datang, menuju tempat duduk beliau yang sudah dipersiapkan khusus. Romo Kyai,menyampaikan salam pembuka, kemudian dijawab para santri. Setiap Romo Kyai membaca kitab tak pernah ketinggalan kata-kata ‘ Qoolal mushonnifu rohimahullah… wanafa`anaa ihi wabi`uluumihi fiddaaroini … Amiin.. Kemudian mulai kata-perkata isi kitab ushfuriyah dimaknai dengan bahasa Jawa almikriyyah. Para santri dengan menggunakan pen tutul atau bolpoin mengapsahi dengan arab pegon jawa. Bagi santri baru hal ini cukup rumit, karena belum terbiasa. Seriring berjalannya waktu maka akan merasakan kemudahan dalam ngapsahi. Terkadang tanpa terasa sudah mulai hafal mufrodat yang sering ditemui dalam kitab yang dibaca.

Pengajian usfuriyyah yang dibaca Romo Kyai pada saat itu bercerita tentang seorang laki-laki fasiq yang meningggal pada zaman Nabi Musa. Laki-laki fasiq ini,sangking fasiqnya, maka menjadi tidak disukai oleh masyarkatnya. Orang sekarang bilang biang kerok. Akhirnya mayatnya dibuang di tempat pembuangan kotoran hewan ternak.

Oleh Allah Swt, Nabi Musa diwahyukan untuk memulasara mayit tersebut dengan baik. Kemudian berangkatlah Nabi Musa ke kampung orang fasiq tadi, dan bertanya tentang keberadaan mayatnya. Mendengar penuturan penduduk setempat Nabi Musa kaget dan heran. Ternyata orang fasiq itu sangat dibenci warga kampung karena sifat fasiqnya, tapi mengapa Allah Swt menyatakan bahwa laki-laki tersebut adalah kekasihnya. Nabi Musa lalu bermunajat kepada Allah Swt “Wahai Robb, seluruh warga penduduk bersaksi bahwa orang itu sangat jelek, Engkau Dzat yang Maha Tahu tentang Pujian dan Celaan. Allah Swt menjawab munajat Nabi Musa bahwa apa yang diceritakan warga kampung benar, akan tetapi sebelum meninnggal orang fasiq itu telah meminta syafaat kepada Allah Swt dengan tiga hal.

1.      Dia menyatakan bahwa dia sebenarnya tidak suka perbuatan mashiyat, tetapi dia kalah dengan hawa nafsu, teman jelek dan bujukan iblis.

2.      Dia menyatakan bahwa walaupun dia sering bersama orang-orang fasiq akan tetapi sebenarnya dia lebih senang berkumpul dengan orang yang soleh.

3.      Dia menyatakan bahwa dia lebih mencintai orang-orang sholeh daripada orang-orang fasiq.

Dari pengakuan jujur orang fasiq ini,akhirnya Allah Swt mengampuni dosa-dosanya. Romo Kyai kemudian melanjutkan keterangan bahwa orang fasiq berdoa dengan doa yang unik.. Ya Robb jika Engkau mengampuni dosa-dosaku maka seluruh kekasihMu dan para NabiMu akan senang dan akan susahlah syetan,musuhku dan musuhMu.

Seandainya Engkau menyiksaku maka syetan akan senang, sedangkan para kekasihMu dan para NabiMu akan susah. Aku tahu Engkau lebih menyukai kebahagian para kekasihMu dan NabiMu daripada kebahagiaan syetan dan bala tentaranya.

Mendengar cerita ini, Kang Rapidi berfikir dan merenung. Betapa Maha Luas rohmat Allah Swt. Sehingga orang yang bertaubat dan belum sempat memperbanyak amal sholeh diampuni dosa-dosanya oleh Swt. Apalagi orang yang banyak beramal sholeh dengan senantiasa berharap rohmat dan ampunan Allah Swt.

Dalam hati Kang Rapidi juga bersyukur, karena hidup dilingkungan pesantren yang sudah dibiasakan beribadah dan beramal sholeh. Karena ternyata ada orang yang bermashiyat tapi sebenarnya dia benci kemashiyatan. Dia terbawa ma`shiyat karena lingkungan disekelililngnya.

Tak terasa adzan isya telah berkumandang. Romo Kyai menutup pengajian dengan ucapan Waallahu a`lam bishowab.

Para santri bergegas menuju bilik menaruh kitab, lalu bergegas ke masjid mengikuti sholat isya berjamaah termasuk Kang Rapidi.