Bersama Guru Ngaji merawat NKRI

 

Catatan ringan Hadi M Musa Said

(Khadam Ponpes Cipulus Purwakarta)

 

Isra Mi’raj, FSGN-I & Kunjungan Presiden RI di Ponpes Cipulus Purwakarta

 

Isra Mi’raj adalah Peristiwa langka dan luar biasa, perjalanan spiritual Rasulullah SAW menemui Allah SWT, Tuhan semesta alam untuk menerima wahyu dan perintah sholat secara langsung. Peristiwa kemudian diperingati oleh Umat Islam dihampir seluruh belahan Dunia. Kecintaan kita sebagai Umat Nabi Besar Muhammad SAW lah yang mendasari untuk terus menggelorakan semangat yang di ajarkan oleh Rasulullah SAW, Nabi Akhir zaman yang menjadi penutup para Rasul Allah SWT yang penuh dengan keistimewaan.

 

Kunjungan Presiden RI ke Ponpes Al hikamussalafiyah adalah bentuk dari pentingnya peran Pondok Pesantren dalam kehidupan berbangsa di Indonesia. Sejarah tidak pernah keliru kecuali dibelokan oleh orang-orang yang tidak bertanggungjawab. Sejarah telah mencatat bahwa Pesantren adalah model atau tempat Pendidikan tertua di Indonesia yang tersistem dan menjadi cikal bakal sekolah-sekolah dan atau lembaga-lembaga pendidikan Formal.  Pesantren lah yang melahirkan para Pejuang dan Pemimpin di Negeri ini, seperti Hadratus Syech KH. M Hasyim As’ary, Rois Akbar NU,  ada KH. A. Wahab Hasbullah, KH. Bisri Syamsuri di Purwakarta ada Syech Maulana Yusuf atau yang biasa disebut Baing Yusuf yang menjadi Guru dari Pendiri Pesantren Cipulus (KH Ahmad Bin Kyai Nurkoyyim) yang lebih akrab dengan panggilan Ajengan Emed. 

 

Mereka semua adalah Pahlawan Kemerdekaan yang menjadi bukti nyata bahwa tokoh-tokoh Pesantren kerap  menjadi bagian terdepan dalam mengawal Kemerdekaan Indonesia dan keutuhan NKRI. Pesantren juga lah yang mengajarkan dan membina guru-guru ngaji untuk terus mengabdi dan membangun masyarakat yang bertanggungjawab, disiplin, religius dan berkarakter. Maka, sejatinya Pesantren  sesuai dengan Nawacita dan Revolusi mental yang menjadi jargon kepemimpinan Presiden RI, H. Joko Widodo.

 

Guru ngaji adalah lulusan dari pondok  Pesantren yang menyebar diseluruh penjuru tanah air dibawah naungan Ahlussunah Wal Jamaah atau organisasi Nahdlatul Ulama. Merekalah (para Guru Ngaji) yang menjadi ujung tombak dan berhadapan langsung dengan masyarakat dalam urusan apapun,  baik persoalan sosial ataupun keagamaan.  Disinilah peran guru ngaji menjadi sangat penting untuk menjadi mitra Pemerintah dalam melakukan dan mensosialisasikan Program-program Pemerintah. Utamanya  yang berhubungan secara langsung dengan masyarakat termasuk di dalamnya Revolusi Mental yang bertujuan membenahi promblem dan persoalan kebangsaan di Masyarakat. 

 

Guru ngaji lah yang secara ajeg (istqamah) memahami dan menghadapi masyarakat. Ironisnya, alih-alih terus berhadapan dengan problem masyarakat,  guru ngaji selama ini belum mendapatkan perhatian yang serius dari Pemerintah baik Pusat ataupun Daerah. Kedepan kita berharap dengan terlaksananya Silaturrahim Kebangsaan antara Presiden Republik Indobesia dan Guru Ngaji  yang tergabung dalam Forum Silaturrahmi Guru Ngaji (FSGN) Indonesia di Ponpes Al Hikamyssalafiyah Cipulus Purwakarta dapat menjadi langkah awal untuk mendorong kerjasama yang lebih baik antara Pemerintah dan FSGN Indonesia yang selama ini terkesan di anak tirikan oleh Pemerintah.

 

Komitmen ke Indonesiaan Guru Ngaji lulusan Pesantren (NU) tidak perlu di ragukan lagi karena kami punya prinsip dan keyakinan bahwa mencintai Tanah Air adalah sebagian dari Iman (Hubbul wathan minal Iman) , dan siapapun yang gugur dalam membela Tanah Air adalah Syahid, dan kita semua yang hidup di bumi Indonesia wajib hukum nya merawat dan menjaga keutuhan Tanah dan Air Negara Kesatuan Republik Indonesia.

 

Komitmen Presiden Jokowi untuk terus membangun silaturrahim dan berkomunikasi dengan berbagai macam pihak dan kelompok masyarakat menjadikan kekuatan bersama dalamrangka merawat NKRI. Akhirnya, semua itu adalah tanggungjawab kita semua. Forum Silaturrahmi Guru Ngaji  Indonesia berharap ini tidak berhenti sebatas silaturrahmi tapi ditingkatkan menjadi aksi bersama yang harus secepatnya di tindaklanjuti oleh para Menteri (Pembantu Presiden) yang lainya, dan FSGN Indonesia siap menjadi Mitra Kerja dalam mensosialisasikan Program-Program Pemerintah yang berhubungan langsung dengan rakyat. 

 

Di sinilah sebenarnya kekuatan dan letak kesugguhan para guru ngaji dalam menjaga, mempertahankan dan merawat NKRI, sikap dan pilihan yang sangat jelas ditengah banyaknya organisasi dan kelompok yang mengatasnamakan Agama untuk tujuan kekuasaan dan berusaha memecah belah keutuhan NKRI.

 

Kunjungan Presiden Jokowi menjadi sinyal yang positif dan harus terus ditingkatkan dalam bentuk program  nyata dan berkelanjutan. Sekali lagi guru ngaji adalah bagian dari masyarakat yang bersentuhan secara langsung dengan rakyat dan menjadi tempat bertemunya kepentingan Rakyat dan Pemerintah.

 

Presiden Jokowi dan guru ngaji serta  semua pihak yang hidup di Indonesia tentu punya kewajiban yang sama untuk terus bekerjasama dalam merawat NKRI dengan baik dan penuh tanggungjawab.  Ini adalah manivestasi dari ke-Indonesia-an yang beragam, Isra Mi’raj sendiri punya misi dalam mengejawantahkan ajaran Islam yang rahmatan lil alamin di dibumi Indonesia.  Ini adalah bentuk kepatuhan kehambaan kita dalam pengabdian sebagai seorang Muslim, sementara tanggungjawab sosial adalah kesadaran membangun diri dalam ranah yang lebih luas lagi.

 

Selanjutnya mari kita bersama-sama terus bekerja dan bertanggungjawab atas keberlangsungan dan keutuhan Indonesia dalam satu komitmen bahwa  para Ulama, Kyai, Ajengan dan kekuatan yang lainya memerdekakan Bangsa Indonesia bukan untuk kita merusak apalagi memecahbelah Keutuhan NKRI. Seperti yang selama ini diteriakan oleh kelompok-kelompok yang tidak paham sejarah berdirinya Republik Indonesia. 

 

Negara Indonesia didirikan oleh para Wali, Ulama, Kyai, Ajengan dan tokoh- Agama lain yang terlibat baik secara langsung atau tidak, jangan coba-coba merusak keberagaman yang ada apalagi berusaha menggantinya dengan model gagal di negara lain. Tugas kita semua para Pengurus Pesantren, Santri, Guru Ngaji, Imam-imam Masjid, Pengasuh Majelis-Majelis Taklim dan khususnya Guru Ngaji yang tergabung dalam Forum Silaturrahmi Guru Ngaji FSGN Indonesia adalah menjaga dan merawat keutuhan NKRI sebaik-baiknya.

 

Wallahua’lam bishawab..