Buntut “Save Alun-Alun” Gresik, ISMAHI Siapkan 37 Advokat

Gresik, jagatngopi.com –Aksi “save alun-alun” Kota Gresik, Selasa (5/9) yang berujung kericuhan berakhir dengan ditetapkannya tiga orang aktivis sebagi tersangka. Penetapan ini setelah pihak kepolisian, sebelumnya mengamankan tujuh pendemo.yakni Kriswanto Adji Wahono (56), Imam Fajar Rosyidi (23), Muhammad Suriyadi (23), Ali Sibro Mulisi (22), Rizqi Siswanto (22), Andre (23) dan Abdul Wahab (43).

Seperti diberitakan faktualnews.co (6/9) tiga orang aktivis ditetapkan sebagai tersangka inside aksi unjuk rasa menolak revitalisasi alun-alun Kota Gresik pasca kericuhan di Kantor Bupati Gresik, Jawa Timur, Selasa (5/9/2017). Tiga aktivis tersebut yakni Fajar Rosyidi (23), Rizqi Siswanto (22), dan Abdul Wahab (43). Ketiganya dianggap telah melakukan pengerusakan serta penganiayaan terhadap petugas Satpol PP saat unras berlangsung.

Kasat Reskrim Polres Gresik AKP Adam Purbantoro membernarkan terkait dengan penetapan tiga aktivis itu. Menurutnya, pihaknya sudah melakukan mediasi dengan perwakilan elemen organisasi kemasyarakatan.

Tiga orang ditetapkan sebagai tersangka. Sedangkan yang lain hanya dimintai keterangan. “Sejumlah anggota Satpol PP yang mengaku dianiaya menyerahkan sepenuhnya ke proses hukum,” ungkapnya, Rabu (9/09/2017).

Di lain pihak penangkapan para aktivis oleh aparat kepolisian dinilai Dewa, aktivis PMII Jakarta dan pegiat ISMAHI (Ikatan Senat Mahasiswa Hukum Indonesia) adalah bagian dari pelemahan perjuangan masyarakat Gresik.

“Apa yang dilakukan oleh aparat dalam menangani pengunjuk rasa sangat menciderai iklim demokrasi

yang sudah mulai terbuka, pembungkaman dan pemberangusan dalam menyuarakan aspirasi masyarakat sangatlah anti dengan demokrasi. Alih-alih memproses hukum pelaku pembungkaman, justru Pemerintah Kabupaten Gresik pun turut andil dalam melakukan pemberangusan terhadap kebebasan masyarakat dalam berekspresi dan berpendapat, serta membunuh demokrasi di wilayah Kabupaten Gresik, merevitalisasi alun-alun Gresik tanpa melibatkan elemen masyarakat serta aspirasi dan suara masyarakat sangatlah tidak demokratis” terang dewa dalam keterangannya kepada jagatngopi.com.

Dewa melanjutkan, semua aktivis ISMAHI yang tergabung dalam Forum Keluarga Pembela Cak Wahab sudah menyiapkan 37 Advokat untuk meminta kepada aparat :

1. Menolak segala bentuk kriminalisasi dan pembungkaman aktivis rakyat yang sedang berjuang membela hak-hak nya oleh pihak Kepolisian Resort Gresik;

2. Mengecam keras tindakan kekerasan yang dilakukan oleh oknum aparat Satpol PP dalam “mengamankan” Saudara ABDUL WAHAB, dkk;

3. Bebaskan Saudara ABDUL WAHAB, dkk dari segala tuntutan hukum;

4. Mengusut dan proses secara hukum oknum pelaku tindak kekerasan terhadap Saudara ABDUL WAHAB, dkk;

 

5. Meminta kepada Pemerintah Kabupaten Gresik, dalam hal ini Bupati Gresik agar mengevaluasi kembali revitalisasi alun-alun Gresik.

Tulis tanggapan anda: