Cara IPNU-IPPNU Bantar Gebang Dan Mustika Jaya Memperkokoh NKRI

Jawa Barat, Jagatngopi – Dua pengurus Pimpinan Anak Cabang (PAC) IPNU-IPPNU Kecamatan Bantar Gebang dan Mustikajaya menggelar Masa Kesetiaan Anggota (Makesta) 22-23 Juli 2017, di Pondok Pesantren Darul Muttaqien Bantar Gebang Bekasi Jawa Barat, sebagai langkah untuk memperkokoh NKRI dengan keadaan nasional yang ada.

Ketua PC IPNU Kota Bekasi Adi Prastyo mengungkapkan, kaderisasi di tubuh IPNU adalah hal yang krusial sebab banyak generasi muda terutama anak-anak sekolah yang mulai disusupi paham radikal. Bahkan, menurut riset Wahid Foundation, 37% siswa setuju terhadap konsep khilafah yang diusuh HTI dan 33% lebih condong pada aksi terorisme yang dilakukan Bahrun Naim cs.

Sebab itu, kata Adi, pihaknya heran terhadap pihak-pihak yang merasa kekhawatiran terhadap merebaknya paham radikal dianggap sebagai sesuatu yang berlebihan. “Di situlah pentingnya kehadiran kita (IPNU-IPPNU) untuk membentengi generasi muda dari virus wahabisme dan menanamkan nilai kebangsaan serta paham Islam yang moderat,” ujarnya. 

Ketua PCNU Kota Bekasi KH. Zamakhsyari Abdul Majid menambahkan, Indonesia didirikan oleh banyak golongan, agama, dan suku. Salah satunya adalah umat Islam, yang di dalamnya ada para tokoh-ulama NU. Jadi, NU sangat berkepentingan menjaga keutuhan NKRI melebihi kepentingan sesaat yang pragmatis. 

Komitmen itu, sebagaimana sering didengung-dengungkan, adalah harga mati. Ia berpesan kepada peserta Makesta agar memiliki frame pemikiran yang sesuai dengan Ahlussunnah wal Jamaah yang moderat, seimbang, toleran, dan adil. Pihak PAC Bantar Gebang dan Mustikajaya pun berharap setelah Makesta, pihaknya juga dapat menyelenggarakan Lakmud.

Sesuai dengan rapat kerja cabang 1 PC IPNU Kota Bekasi, bahwa setiap kepengurusan PAC harus menyelenggarakan MAKESTA sekali dalam satu periode, sebagai langkah regenerasi.

Penulis : (Robiatul Adawiyah)