Dengan Nyantri Hidup Teratur

Salikin sejak menjadi santri mau tidak mau harus mengikuti alur kehidupan santri. Kehidupan sang pencari ilmu yang penuh dengan makna dalam kesedihan, kesusahan maupun dalam keceriaan dan kegembiraan. Kehidupan yang penuh dengan keteraturan.

Sejak jam tiga dini hari, Salikin harus melawan ngantuknya untuk bangun bermunajat kepada Allah Swt, dengan melakukan sholat tahajud. Sambil menunggu sholat subuh terkadang dia belajar, terkadang membaca Al Qur`an.

Sholat subuhnya senantiasa tepat waktu, di masjid dan berjamaah. Belum tentu ketika sudah pulang hal tersebut dapat dilakukan.

Setelah sholat subuh mengikuti pengajian kitab kuning yang yang diasuh putra Roma Kyai.

Sarapan pagi sesuai dengan porsi yang disediakan.

Kemudian dilanjutkan berangkat menuju sekolah formal sampai jam setengah dua siang.

Setelah makan siang dan istirahat sejenak, Salikin harus bersiap-siap mengikuti pelajaran di Madrasah Diniyah Wustho sampai jam lima sore.

Usai mengikuti bermadrasah, Salikin biasanya mengikuti olah raga bola voli  yang dilakukan para santri senior.

Menjelang maghrib, Salikin bergegas membersihkan diri dan bersiap-siap untuk mengikuti sholat maghrib berjamaah di masjid.

Salikin kemudian memenuhi kebutuhan fisiknya makan malam di rumah Bu Nyai. Karena memang makannya ngekos di Bu Nyai.

Kegiatan Salikin selanjutnya mengikuti pengajian kitab kuning yang diasuh oleh Romo Kyai. Pengajian bakda maghrib ini merupakan kegiatan rutin, kecuali malam jum`at libur, atau Romo Kyai ada halangan atau memang hari libur, khususnya bulan Romadhon.

Habis isya berjamaah di masjid, Salikin belajar dan mengikuti pengajian kitab kuning kembali yang diasuh oleh Lurah pondok.

Jam sepuluh malam Salikin menyiapkan dirinya untuk istirahat dan tidur, menyiapkan tenaga untuk kegiatan seperti semula.

Demikianlah hari-hari Salikin di pondok penuh dengan keteraturan dan kegiatan. Tidak ada waktu yang sia-sia karena nganggur. Seluruh umur Salikin dari bangun tidur sampai tidur lagi penuh dengan kebaikan. Salikin memang beruntung punya kesempatan untuk nyantri.

Ayo Mondok Seperti Salikin ….. Di Pondok An Nahdhiyyah…