Dialogue Bookstore

Cerita ini berawal dari sekumpulan mahasiswa yang lebih mencintai membaca daripada duduk di bangku dalam ruang kelas sembari mendengarkan seseorang berdakwah di depan kelas seumpama seorang revolusioner sedang mendikte anggotanya. Hampir seluruh waktu mereka dihabiskan untuk membaca dan berdiskusi sepusar sastra dan filsafat. Lama-kelamaan mereka mulai cemas dengan masa depannya karena sadar pada kenyataan bahwa seidealis apapun, mereka tetap butuh uang. Tentu ini bukan kesadaran yang muncul karena mereka ingin memperkaya diri dan menjadi hedonis, melainkan kesadaran yang muncul karena perut semakin lapar dan buku semakin mahal. Berangkat dari kesadaran itu semua mereka mulai merevolusi hidup mereka sedikit demi sedikit dan mulai mencetuskan gagasan untuk menjual buku, karena selain bisa membantu membagikan kesenangan lewat membaca mereka juga bisa mendapatkan pundi-pundi rupiah untuk sekadar membeli tembakau kiloan serta kertas dan alat gulungnya juga membeli buku yang harganya seperti harga barang mewah bagi mereka. Dari sanalah muasal berdirinya Dialogue Bookstore, sebuah toko buku kecil-kecilan, usaha yang dibangun dengan modal sendiri dari kantong-kantong sunyi para mahasiswa, sebuah sebutan yang lebih halus daripada pengangguran terselubung. Dialogue Bookstore menerapkan konsep perpustakaan, kedai kopi dan buku. Di sana pengunjung dipersilahkan membaca, ngopi-ngopi sambil kongkow sepusar buku tentu juga diharapkan bisa membeli (hehehe).  Untuk menu di sana menyediakan beberapa varian kopi, dan mengangkat slogan ngopi sepuasnya bayar seikhlasnya (bagi pengunjung yang baru kali pertama mampir, kedua kali harga normal namun tetap murah kok kopinya😂) juga menyediakan beberapa Snack dengan harga yang menyesuaikan dengan kantong mahasiswa tingkat akhir yang mulai jarang menerima uang kiriman dari orangtua. Begitulah profil dari Dialogue Bookstore, jika anda sedang berada di Yogyakarta silakan mampir ke tempat kami di alamat sonopakis kidul, Rt 4/10, Ngestiharjo, Kasihan, Bantul.

Baboh Lazurra

Baboh Lazurra

Penikmat Sastra, Penjual Buku, serta mahasisa fakultas dodol universitas swasta yang tidak mau disebutkan namanya.

Tulis tanggapan anda: