Dikari Hati

 
Ketika kami berada di persimpangan jalan gamang,
kami coba mengais dan merangkai noktah keraguan;
dalam bingkai tegasnya niat dan bulatnya tekad untuk melangkah.
Dan semua kembali dalam dikari satu hati.
 
Ketika kami berada di persimpangan putus asa,
kami coba meniti piranti hati dan menyambungkan kembali;
dalam balutan semangat membara yang kami sulut semula.
Dan semua kembali dalam dikari satu hati
 
Tapi…..
 
Ketika kami berada di persimpangan jalan taqdir
Kami tak bisa berbuat apa dan mengapa?
Karena semua sudah tersusun rapi, tak ada celah untuk itu dan ini
Tak ada kata kembali, karena memang tak pernah pergi.
Dan semua kembali dalam dikari satu hati
 
 
ast
Sawangan, 7 dalam oktober 2017

Tulis tanggapan anda: