Dirjen IKP: Ujaran Kebencian dan Hoax Memecah Persatuan Bangsa!

Pati, Jagatngopi.com– Kebhinekaan merupakan anugerah Tuhan Yang Maha Kuasa bagi bangsa Indonesia, keragaman ini wajib disyukuri oleh masyarakat dan harus dijadikan energi positif dalam mewujudkan Indonesia sebagai negara yang besar, damai dan sejahtera. Demikian disampaikan oleh Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Kominfo, Rosarita Niken Widiastuti dalam membuka Pagelaran Wayang kulit dengan tema Merawat Kebhinekaan untuk Indonesia Damai dan Sejahtera di desa Langgengharjo Kecamatan Juwana Kabupaten Pati Jawa Tengah(7/9/2017).

“Para pendiri bangsa telah mengajarkan dan memberi contoh kepada kita, walaupun berbeda-beda baik agama, suku, etnis, ras, budaya dan berbagai perbedaan lain tapi para pendiri bangsa tetap bersatu mengedepankan kepentingan bangsa dan negara” jelasnya.

Lebih lanjut Niken – begitu panggilan akrab Dirjen IKP – menyampaikan kebhinekaan dan keragaman merupakan potensi bangsa yang harus dijaga dan dirawat dengan baik. Kemerdekaan bangsa Indonesia adalah wujud dan hasil dari bersatunya para pendiri bangsa. Tanpa persatuan dan kesatuan serta rahmat Tuhan Yang Esa mustahil kemerdekaan itu mampu di raih.

Niken juga menekankan bahwa akhir akhir ini bangsa indonesia sedang diuji semangat persatuan dan kesatuannya melalui mewabahnya pemberitaan dan informasi yang bernuansa fitnah dan provokasi, ujaran kebencian dan hoax khususnya di media sosial. Tidak sedikit para pengguna medsos yang percaya dan ikut ngeshare informasi negatif tersebut. Selain itu, Niken juga mengharapkan masyarakat untuk memerangi segala pemberitaan hoax sehingga kerukunan, kedamaian dan kekompakan terpelihara dengan baik.

Harapan tersebut juga ditekankan oleh Staf Ahli Menkominfo Bidang Hukum, Henri Subiakto yang mengharapkan masyarakat untuk tidak ikut ikutan membuat status dan mengirimkan ujaran kebencian dan informasi hoax. Karena bagi siapa saja yg melakukan itu, lanjut Subiakto, akan kena UU ITE.

Pada kesempatan yang sama tokoh masyarakat Pati kiai Ahmad Nadzif Abdul Mujib, menyampaikan bahwa agama Islam sudah memberikan tuntunan pemeluknya untuk tidak mudah percaya terhadap segala informasi yang ada tanpa terlebih dahulu mengecek asal-usulnya. Kita di minta Allah SWT untuk tabayyun atau klarifikasi dulu sebelum percaya dan ngeshare

Pagelaran Wayang Kulit yang menghadirkan dalang Ki Warseno, Slank, Yati Pesek dan Gareng semarang tersebut juga dihadiri Bupati Pati, Haryanto. Haryanto mengapresiasi Kementerian Kominfo khususnya pada Ibu Dirjen yang telah sekian kali memberikan tuntunan dan tontonan masyarakat Pati melalui Pagelaran Wayang Kulit dengan Lakon Pandawa Krida yang dihadiri ribuan penonton dari berbagai lapisan masyarakat di Kecamatan Juwana dan sekitarnya. (ast)

 

Tulis tanggapan anda: