Djunai: FSB Bersama Jamaah Masjid akan Mengedukasi Eks Anggota HTI Tentang Pancasila

Jakarta–jagatngopi.com–Pascapenerbitan Perppu No. 2/2017 disusul dengan pencabutan badan hukum oleh Kemenkum HAM RI atas HTI, animo masyarakat banyak yang berharap HTI berhenti semua aktivitasnya.

Namun, organisasi yang dipimpin Ismail Yusanto ini diduga masih melakukan aktivitas. Hal itu membuat sejumlah kalangan kesal.

Salah satunya adalah Forum Silaturahmi Bangsa(FSB). Sekretaris Jenderal FSB Djunaidi Sahal mengatakan, pihaknya tidak akan membiarkan para aktivis HTI menyebarkan ideologi terlarangnya.

Bang Junai, panggilan akrabnya mengatakan, pascapembubaran HTI, FSB akan secara serius dan konsisten memberikan pemahaman kepada eks anggota HTI dan masyarakat luas tentang pentingnya nilai-nilai Pancasila.

“Bukan hanya masyarakat umum, kami (FSB) juga akan melakukan edukasi terhadap kader-kader HTI sampai mereka mau menerima Pancasilasebagai ideologi negara Indonesia,” ujar Bang Junai, Kamis (27/7).

Menurut Bang Junai, FSB bersama jamah masjid di Jakarta akan akan melakukan edukasi.

“Tadi (27/7) kami bersama jemaah Masjid Al-Amin, Cipete, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan dan 50 Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) se-Jakarta Selatan melakukan kegiatan edukasi,” ungkapnya.

Dia menambahkan, pihaknya sudah mengeluarkan beberapa sikap terkait HTI.

Pertama, pemerintah pusat harus mendorong pemerintah daerah untuk memastikan tidak ada kegiatan politik yang dilakukan HTI dan kelompok anti-Pancasila.

Kedua, FSB mendorong pemerintah tetap konsisten dengan Perppu tentang Ormas, baik proses hukum maupun proses pelaksanaan.

Ketiga, pemerintah harus memfasilitasi pendidikan Pancasila bagi mantan anggota-anggota HTI.

Keempat, FSB tidak menolak aktivitas dakwah keagamaan oleh mantan kader HTI. FSB hanya menolak aktivitas politik HTI.

Terakhir, FSB meminta pemerintah untuk melakukan sterilisasi masjid-masjid dari gerakan politik HTI yang menyebarkan paham khilafah.

Bang Junai menambahkan, paham khilafah menjadi ancaman bagi keutuhan NKRI.

Apalagi, HTI sudah beroperasi sejak tahun 80-an sehingga mempunyai basis yang besar. 

Tulis tanggapan anda: