Erni Sugiyanti: Anggota Dewan itu Identik dengan Pedesaan

Jakarta, jagatngopi.com–Fasilitas yang diperoleh para pejabat dan atau aparatur Negara seperti gaji dan tunjangan hidup lainnya kadang menjebak khalayak untuk mempersepsikan bahwa kehidupan mereka begitu menyenangkan dalam artian banyak duit dan serba ada layaknya orang kota. Hal mana seperti Anggota DPRD yang dengan diundangkannya PP 18/2017 akan dinyamankan dengan menerima kenaikan tunjangan yang begitu signifikan.

Dirjen Otda Kemendagri Sumarsono seperti diberitakan detik.com (20/6/2017) mengatakan jenis dan nominal tunjangan bagi Anggota DPRD akan memberikan kenyamanan.

“yang paling ada perubahan adalah tunjangan alat kelengkapan. Ini juga ada perubahan.Ada juga sistem penanggungjawaban biaya operasional dewan itu dulu kan at cost, sekarang 20% at cost. Jadi sekarang lebih nyaman.”

Di sisi lain, kenaikan tunjangan Anggota DPRD se Indonesia, seperti yang tertuang dalam PP 18/2017 tentang Hak Keuangan dan Administratif Pimpinan dan Anggota DPRD dinilai percuma oleh Erni Sugiyanti, salah satu Anggota DPRD Jawa Barat, jika si empunya jabatan itu tidak menaikkan derajat kesungguhannya menyerap aspirasi rakyat khususnya masyarakat pedesaan.

“ya percuma saja dinaikan tunjangannya jika tidak dibarengi dengan semangat turun ke desa untuk menyerap aspirasi masyarakat bawah. Dengan kenaikan tunjangan itu, buat saya yang kebetulan Anggota Dewan dari PKB menjadi tantangan tersendiri. Karena harus mengatur waktu sedemikian rupa untuk turun menyapa dan meyerap aspirasi masyarakat desa,” terang Erni dalam keterangannya yang diterima jagatngopi.com(30/7/2017).

Ditanya kenapa Desa, Erni menjawab bahwa Anggota Dewan di semua tingkatan iu identik dengan masyarakat Desa, karena mayoritas pemilih mereka adalah masyarakat Desa. Kalau toh ada masyarakat perkotaan itu tidak begitu signifikan sekalipun dalam konteks hak serapan aspirasinya sama. 

Tulis tanggapan anda: