Fragmen Sejarah NU Mendobrak Minimnya “Gugatan Sejarah” dari Warga NU

NU sebagai bagian dari pelaku sejarah Republik, sudah banyak menorehkan golakan penting bagi berdiri dan tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia. Sayangnya, di era orde baru noktah-noktah sejarah NU begitu lama tidak di(ter)catat perannya dalam lembaran sejarah Indonesia sesuai proporsinya. NU nyaris terpelanting dari pusaran sejarah negeri. Signifikansi peran yang begitu rupa baik cultural-values dan struktural-values yang menyambung dan menguatkan temali kebhinekaan hanya sebagai serakan sejarah belaka. Ironisnya, kenyataan itu didukung oleh minimnya “gugatan sejarah” baik lewat tulisan maupun gerakan dari warga NU, bahkan nyaris tidak ada. Bisa jadi karena–salah satunya– pada saat itu NU belum banyak melahirkan para penulis tangguh dan ideologis.

Era 80an bisa dikatakan sebagai tonggak mula atas semangat mengembalikan NU di pusaran sejarah itu. Dengan dimotori oleh Gus Dur, dinamisasi pengembalian sejarah NU-NKRI mulai menggeliat baik lewat tulisan maupun gerakan. Di era itulah banyak lahir para penulis NU yang produktif melakukan proses penajaman sejarah atas keterlibatan NU dalam pendirian NKRI, dan salah sekiannya adalah Abdul Mun’im, DZ.

Buku bertajuk “Fragmen Sejarah NU menyambung Akar Budaya Nusantara” yang ditulis oleh Abdul Mun’im, DZ adalah salah satu buku yang mengulas persoalan di atas. Lewat pengayaan sejarahnya, salah satu kader Gus Dur ini mencoba mengeksplorasi dinamisasi NU baik dalam konteks budaya, sosial, ekonomi, dan politik.

Buku terbitan Pustaka Compass berhalaman 414 yang terdiri dari tujuh korasan dengan sub-sub pokok bahasan ini umumnya mengulas bagaimana cultural-values NU mendinamisir perjalanan bangsa sekaligus menguatkan temali kebhinekaan yang berurat-akar sejak lama. Buku yang sangat layak dibaca khususnya untuk warga NU ini disajikan dengan bahasa yang begitu ringan, lugas, dan sederhana, tanpa menghilangkan karakter (ruh) bahasa sebagai kebudayaan. Testimoni dari para tokoh NU lintas generasi seperti KH. As’ad Said Ali, Khofifah Indar Parawansa, dan Hanif Dakhiri, membuktikan bahwa buku ini bisa diterima semua kalangan.

RESENSI BUKU

Judul: Fragmen Sejarah NU Menyambung Akar Budaya Nusantara

Penerbit: Pustaka Compass

Tahun: 2017

Halaman: 414 halaman

Agus Salim Thoyib

Tulis tanggapan anda: