FSB Adakan Pengkaderan dan Pelatihan Pengurusan Jenazah

Jakarta, Jagatngopi.com— Forum Silaturahmi Bangsa (FSB) mengadakan dua kegiatan penting dalam rangka berpartisipasi memperkuat ideologi dan pengetahun umat Islam. Dua kegiatan yang sudah menjadi program ruitn FSB itu adalah Pelatihan Pengurusan Jenazah yang sudah beberapa kali dilaksanakan dan Program Pengkaderan Islam Rahmatan lil ‘Alamin. Masing-masing kegiatan tersebut dilaksanakan di dua tempat berbeda. Pelatihan Pengurusan Jenazah bertempat di Masjid Assa’adah, Condet, Kramat Jati, Jakarta Timur dan Pengkaderan diadakan di Sekretariat FSB Jakarta Selatan, Cipedak, Jakarta Selatan.

Pelatihan Pengurusan Jenzah, Minggu (24/9).

Pelatihan Pengurusan Jenazah tersebut panitia menghadirkan KH. M. Taufik Damas sebagai pembicara dan Muhammad Nurul Fajri sebagai Amil.

Dalam sambutannya KH. Taufik Damas menerangkan tentang latar belakang didirikannya Forum Silaturahmi Bangsa, kenapa mengadakan pelatihan mengurus jenazah.

“FSB didirikan untuk mempererat silaturahmi umat islam agar agama islam menjadi agama yang betul-betul rahmatan lil alamin. Dewasa ini, di Jakarta sudah kekurangan guru agama yang memiliki iman dan tauhid yang cukup kuat. Pelatihan ini diharapkan agar banyak masyarakat yang mampu melaksanakan pengurusan jenazah.” Terang Taufik.

Diakhir penyampaian meterinya Taufik menerangkan tentang hukum mengurusi shalat jenazah yaitu fardlu kifayah dalam artian cukup dilakukan oleh beberapa orang sekaligus berharap dengan pelatihan ini banyak masyarakat yang mampu melaksanakan pengurusan jenazah.

Pengkaderan Islam Rahmatan lil ‘Alamiin

Di lain tempat, di hadapan 60 peserta pengkaderan Islam Rahmatan lil ‘Alamin, KH. Syihabuddin yang didaulat menjadi instruktur menyampaikan beberapa pokok-pokok pikiran penting antara lain:

  • Islam Rahmatan lil ‘Alamin sebagaimana yang diajarkan Nabi Muhammad SAW lebih kepada ajaran Akhlaqul Karimah
  • Nabi Muhammad tidak mudah marah. Ketika beliau diperlakukan tidak baik oleh orang lain, justru Nabi Muhammad membalasnya dengan perilaku yang baik.
  • Islam bisa tersebar ke seluruh penjuru dunia karena menggunakan akhlaqul karimah ketika berdakwah.
  • Nabi Muhammad adalah suri tauladan yang baik (uswatun hasanah). Makanya kita perlu mengidolakan Nabi Muhammad. Supaya kita dapat meniru Akhlaqnya Nabi.
  • Hanya dengan Akhlaqul Karimah, Islam dapat diterima oleh manusia seperti menjaga perbedaan, toleransi, dst.
  • Pelajaran Islam Rahmatan Lil’alamin sebagaimana yg diajarkan oleh NU mesti menjadi kurikulum belajar di sekolah. Sebab, aliran-aliran radikal sudah memasukkan ajaran-ajarannya pada kurikulum.
  • Kegiatan seperti ini (Penyebaran paham Islam Rahmatan Lil’alamin) harus terus dilakukan secara continue dan konsisten ke kalangan grassroot sebagai cara mengantisipasi massifnya gerakan Islam Radikal.

Tulis tanggapan anda: