FSB: Jangan Main-Main Soal Pendidikan!

Sosialisasi Full Day School (FDS) yang digulirkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy menuai kontroversi di tengah masyarakat. Muhadjir sempat menjelaskan bahwa kegiatan belajar-mengajar di sekolah akan digelar selama delapan jam pada Senin-Jumat. 

Menurutnya, program FDS digelar dalam rangka menigkatkan pendidikan karakter peserta didik. 

Banyak kalangan yang kemudian merespon gagasan ini dengan skeptis. Salah satunya datang dari Ketua Forum Silaturahmi Bangsa (FSB), KH. Zuhri Yakub. Menurutnya, soal pendidikan itu sangat penting, karena menyangkut masa depan sebuah bangsa. Program FDS yang baru disosialisasikan oleh Mendikbud harus disampaikan secara terang dan jelas agar masyarakat dapat menilai apakah program itu tepat dan efektif, atau malah tidak sama sekali. 

Menurut Kiai asli Betawi ini, pendidikan merupakan tanggungjawab negara. Negara tidak boleh “main-main” membuat program. “Seharusnya, kumpulkan saja para pakar pendidikan untuk berdiskusi soal pendidikan di negeri ini, kemudian mereka harus merumuskan program pendidikan yang paling tepat untuk bangsa Indonesia. 

“Menurut saya, program pendidikan di Indonesia harus mempertimbangkan aspek perbedaan budaya yang ada di Indonesia, dan ini merupakan perkara yang tidak gampang. Jadi jangan main-main lah,” ujarnya ketika dihubungi oleh redaksi.

Selain soal kepakaran, Kiai yang lincah ini juga menyoroti pentingnya keterlibatan berbagai elemen bangsa dalam menentukan arah pendidikan di Indonesia. 

“Ya, banyak hal yang harus dipertimbangkan dalam menentukan program dan arah pendidikan. Maka jangan terjebak hanya pada durasi waktu di sekolah. Jauh lebih penting memperhatikan kualitas pendidikan yang menyangkut berbagai unsur. Unsur materi pelajaran, tenaga pendidik, dan lain-lain,” tegasnya.

“Jadi, sebaiknya Mendikbud tidak usah melontarkan program yang kemudian melahirkan kontroversi di tengah masyarakat. Konsen saja membentuk tim kerja super khusus untuk membahas soal pendidikan di negeri ini,” pesan Kiai Zuhri.

Tulis tanggapan anda: