FULL Day School BERPOTENSI Merusak Bhinneka Tunggal Ika

PERNYATAAN SIKAP 
 
Menteri Muhajir BERPOTENSI Merusak Hubungan NU-Muhammadiyah
 
Berkaitan dengan program Mendiknas yg akan memberlakukan Full day school mulai tahun ajaran baru 2017 ini,kami dari Komunitas NU Banyumas ( KNB) menyatakan sikap : 
 
1. Program full day school tidak ramah persatuan dan kesatuan bangsa terbukti ada banyak penolakan dari elemen bangsa atas program tersebut.
 
2. Program tersebut akan menyakiti organisasi NU dan Jamaahnya karna berpotensi membuat salah satu program pendidikan warga NU yakni Madrasah Diniyah (Madin)  di seluruh Tanah Air gulung tikar. Hal itu disebabkan karna jadwal belajar Madin akan terampas olh full day scholl yang rata rata dilaksanakan pada sore hari sepulang sekolah. Oleh karna itu wajar jika NU dan Jamaahnya menolak tegas program tersebut. Madin   sudah berjalan sejak lama bahkan sebelum Negara ini terbentuk , Madin sudah berjalan. Lebih dari 30 Ribu Madin di Tanah Air yg mayoritas adalah milik dn dikelola olh NU di luar Lembaga Pendidikan Pondok Pesantren. 
 
3. Jika program tersebut dipaksakan untuk berjalan maka tentu saja akan melukai hubungan baik NU dan Muhammadiyah yg akhir akhir ini cenderung membaik. Hal ini mengingat menteri Muhajir adalah tokoh dan Pengurus Pusat Muhammadiyah. Maka pemaksaan program itu menimbulkan  kesan negatif yang seolah olah Muhmmadiyah akan menghabisi program pendidikan NU di masyarakat. Kesan ini sangat tidak produktif dn sangat buruk bagi  persatuan dn kesatuan NKRI yang saat ini sedang terus digalakkan mengingat terus tumbuhnya kelompok Islam garis keras ( radikalis) yang intoleran di Indonesia.
 
3. NU dan Muhammadiyah adalah dua ormas Islam terbesar di Tanah Air yang harus terus berusaha mencari titik temu diantara keduanya demi memperkuat kutuhan Bangsa dan Negara demi tegaknya NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika. 
 
4. Program Full Day School jelas akan menimbulkan rusaknya hubungan baik NU dn Muhammadiyah dan ini mengancam nasib Bhinneka Tunggal Ika. Kondisi ini sangat rentan dimanfaatkan olh kelompok Islam Garis Keras untuk membenturkan keduanya. Kelompok Radikalis adalah musuh bersama yang sedang terus mencari moment untuk merusak keutuhan NKRI.
 
5. Berkaiatan dengan hal tersebut kami dari Banyumas meminta Mendiknas Muhajir untuk membatalkan program full day school karna sangat mengancam persatuan dan kesatuan bangsa. Sisi positif dari program tersebut tidak akan mampu membayar dampak buruknya yakni keutuhan Bangsa, Bhinneka Tunggal Ika yg jauh lebih besar dn lebh penting untuk dijaga dan didahulukan.
 
6. Meminta kepada Presiden Joko Widodo untuk memperingatkan Menteri Muhajir agar tdk meneruskan program tersebut .
 
7. Meminta kepada Presiden Joko Widodo untuk mengawasi dn mempringatkan seluruh menteri dan pajabat tinggi negara lainnya agar tdak membuat program yang dapat membahayakan persatuan dan kesatuan Bangsa Indonesia. 
NKRI Harga Mati ! 
 
Purwokerto, Selasa 13 Juni 2017
 
Presiden KNB 
Agus Maryono

 

KNB Banyumas Banyumas

Agus Mar

Komunitas NU Banyumas (KNB)

Tulis tanggapan anda: