GP Anshar Hidup Sebagai Pembela Keutuhan NKRI

PURBALINGGA, DINKOMINFO – Pada masa pergerakan kemerdekaan Indonesia, sebagai salah satu badan otonomi Nahdlatul Ulama (NU) yang dipelopori KH. Hasyim Ashari, Gerakan Pemuda (GP) Anshar yang lahir 24 April 1934, telah ikut memperjuangkan nasib Bangsa Indonesia menuju kemerdekaan dan terus berkontribusi hingga saat ini, sebagai garda terdepan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Sungguh luar biasa, semua bergerak baik kaum tua maupun kaum mudanya, mencapai Indonesia merdeka,” demikian disampaikan Bupati Purbalingga H. Tasdi, SH,MM saat menghadiri peringatan hari lahir GP Anshar ke 83 tahun 2017 yang diselenggarakan Pengurus Cabang (PC) GP Anshar Kabupaten Purbalingga di lapangan Desa Gembong Kecamatan Bojongsari, Minggu malam (30/04).

Maka setelah merdeka, lanjut  Tasdi, wajib hukumnya bagi Anshar dan seluruh rakyat Indonesia mempertahankan kemerdekaan yang telah beratus-rastus tahun diperjuangkan. Dan dihari ulang tahun ini, akan selalu mengingatkan masa lalu (introspeksi) bagaimana dengan berkorban nyawa, para pendahulu telah rela berjuang untuk merdeka.

“Atas dharma bhakti memperjuangkan kemerdekaan dan mengisi kemerdekaan Indonesia, dan hingga saat ini ikut serta berkontribusi dalam membangun masyarakat Purbalingga yang berakhlakul karimah, atas nama pemerintah daerah dan masyarakat Purbalingga, saya sampaikan terima kasih,” kata Bupati Tasdi.

Kemudian untuk ke depan (introsprospeksi), saya mohon kaum muda khususnya GP Anshar, melanjutkan perjuangan yang telah digariskan pendahulunya, yaitu membela keutuhan NKRI, jangan sampai negara ini terpecah belah, dan mampu meredam segala pertengkaran.

“Insya Allah, GP Anshar mampu mengemban amanah, menjadi garda terdepan pembela keutuhan bangsa, sehingga selamanya Indonesia akan damai dan terjaga keutuhannya,” kata Bupati Tasdi. (t).