Gus Hasan: Proyek Reklamasi Jakarta Harus Dilihat Sisi Manfaat dan Madharatnya

Jakarta, jagatngopi.com–persoalan proyek reklamasi teluk Jakarta belum selesai sekalipun Pilkada DKI telah menghasilkan Anis-Sandi sebagai pemenang. Anis-Sandi sendiri dalam janji kampanyenya akan menghentikan proyek reklamasi teluk Jakarta.

Untuk melihat dari sisi maslahatul ammah tidaknya reklamasi, Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) Jakarta Utara yang secara geografis paling dekat dengan lokasi proyek reklamasi mengadakan Halaqoh Ilmiyah dengan tema “Menakar Manfaat Dan Madharat Reklamasi Teluk Jakarta” pada Sabtu (10/17), di Hotel D’arcici Jakarta.

Hadir sebagai narasumber dalam acara tersebut, Kepala Bapedda Pemprov. DKI Jakarta, Feirully Irzal dan tokoh Jakarta Utara Hardjadinata.

Ketua Panitia Halaqoh, Hamdan Maulana menginformasikan bahwa panitia juga mengundang pihak Kemenko Maritim dan Rumah Singkronisasi Anis Sandi tapi entah kenapa keduanya berhalangan hadir.

“Disamping dua narasumber di atas sebenarnya kami juga mengundang dari Kemenko Maritim dan dari Rumah Sinkronisasi Anies – Sandi. Namun keduanya berhalangan hadir”. Jelasanya.

Di sesi sambutan, Ketua Pembina LDNU Jakarta Utara KH. Abd. Rahim Hasan (Gus Hasan) menyatakan bahwa Dalam pandangan LDNU reklamasi adalah masalah khilafiyah (masih terbuka untuk didiskusikan), tinggal lebih banyak mana antara manfaat dan madharat (aspek negatif) nya yang akan ditimbulkan.

“Reklamasi Teluk Jakarta ini sesungguhnya maslah khilafiyah (masih terbuka untuk didiskusikan), pasti ada titik temu dan titik beda antara yang pro dan yang kontra. Kita tidak usah mencari dalil agama soal reklamasi, sebab agama tidak pernah bicara detail soal kemajuan pembangunan. Namun yang paling penting menurut saya adalah menilai kadar manfaat dan mafsadat (bahaya) yang akan ditimbulkan dari proyek ini. Dari sanalah kita bisa ambil kesimpulan”. Sambut Gus Hasan, kader NU yang juga pengusaha ini.

Sementara kedua pembicara, baik dari Bapedda Pemprov. DKI Jakarta, Feirully Irzal maupun Harjadinata sepakat bahwa aspek manfaat dan madharat reklamasi itu ada, namun, manfaatnya jauh lebih besar untuk kemajuan pembangunan Jakarta.

“Saya kira kita paham bahwa memang ada sisi positif dan negatif dari reklamasi ini, hanya saja menurut saya manfaat reklamasi ini jauh lebih besar untuk kemajuan Jakarta”. Jelas Feirully.

Meski demikian, Hardja menambahkan bahwa banyak kesalahan yang terjadi dalam perjalanan proyek reklamasi ini.

“Saya kira memang ada banyak kesalahan dalam pelaksanaanya. Meski demikian bukan berarti

harus proyeknya yang distop, melainkan tinggal dibenahi saja kesalahannya”. Kata Hardja.

Tulis tanggapan anda: