Taqiyyudin An-Nabhani Menolak Adanya Qada dan Qadar

Jakarta, jagatngopi.com- Salah satu pokok pikiran itu disampaikan KH. Taufiq Damas saat mengkaji kitab Al Ghorotul Imaniyah Fi Raddi Mafasid At-Tahririyah yang diadakan Forum Silaturahmi Bangsa (FSB) di daerah Kebon Melati Tanah Abang, Jakarta Pusat, Sabtu (16/9/2017).

Ditambahkan Taufiq Damas, beberapa pokok pikiran Hizbuttahrir yang terdapat dalam kitab tersebut, yang mencirikan kesesatannya antara lain, Pimpinan Hizbuttahrir, Taqiyuddin Annabhani beranggapan Umat Islam yang menolak Khilafah Islamiyah, maka matinya adalah mati jahil. Hizbuttahrir juga menolak adanya Qada Qadar (ketetapan/takdir) dari Allah SWT.

Padahal, masih menurut Kyai Taufiq, Nabi Muhammad SAW tidak pernah memerintahkan umat Islam untuk mendirikan Negara Islam. Kenyataan tersebut bisa dilihat di konsepsi Piagam Madinah sebagai bentuk negara dan pemerintahan yang dibangun. Piagam Madinah sebagai kontrak sosial yang sangat modern di zamannya. Isi pasal perpasal dari Piagam Madinah trsebut sangat mirip dengan Pancasila dan UUD 1945.

Nabi Muhammad tinggal di wilayah Madinah yg beraneka ragam suku, agama. Ada Nasrani, Yahudi.. Akan tetapi Nabi Muhammad tidak pernah memusuhi karena alasan beda agama. Malah Nabi Muhammad SAW justru merangkul semua perbedaan yang ada hingga kemudian membuat peraturan yang dapat mengakomodir kepentingan bersama yang disebut dengan Piagam Madinah. Demikian diterangkan Kyai Taufiq dihadapan 60 peserta pengajian.

Disesi sebelumnya, pengajian yang bertajuk pendalaman aswaja tersebut, diisi sambutan Ketua Muslimat DKI Jakarta, Hj Hisbiyah Rochim. Hisbiyah dalam kesempatan itu berpesan kepada jama’ah agar setelah pengajian, semua peserta yang hadir diharapkan untuk terus memantau keluarga, kerabat, tetangga, dan lingkungan setempat agar terhindar dari bahaya keimanan yang dianut oleh Hizbuttahrir.

 

Tulis tanggapan anda: