Ifan Haryanto: Pemerintah  Perlu  Sediakan  Lapangan  Kerja Berbasis Potensi Ekonomi  Nasional 

Bogor-jagatngopi- Menyongsong Bonus Demografi, kondisi dimana struktur Penduduk Indonesia didominasi kelompok usia Produktif, Direktur ICURS (Indonesian Center for Urban and Regional Studies), Ifan Haryanto menyampaikan bahwa Pemerintah Indonesia perlu mempersiapkan lapangan kerja berbasis potensi ekonomi nasional. Potensi ekonomi dimaksud merupakan potensi nasional yang belum dikelola secara maksimal dan bisa digunakan untuk membuka lapangan kerja.

“Banyak potensi ekonomi yang perlu digali lebih maksumal, misalkan: a). Potensi Kekayaan Laut berupa  budidaya perikanan darat dan laut, potensi bioteknologi kelautan, perairan dalam, wisata bahari, energi kelautan, industri maritim serta cadangan minyak off-shore yang belum dieksploitasi; b). Potensi tambang dan energi berupa emas, timah, tembaga, nikel, uranium, gas bumi; c). Potensi hutan tropis dan tanah subur yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan bisa  dimanfaatkan untuk budidaya pertanian dan perkebunan”. Terang Ifan di depan Peserta Seminar yang diadakan KMNU IPB.

Saat ini, lanjut Ifan, jumlah tenaga kerja di Indonesia berjumlah sekitar 131 juta, dengan adanya persaingan ‘pasar tenaga kerja’ di tingkat regional dan internasional, Indonesia perlu mengembangkan sektor ekonomi nasional yang berpotensi menciptakan lapangan kerja untuk menyerap angkatan kerja (penduduk usia produktif) hasil dari bonus demografi. 

“Indonesia perlu belajar dari Myanmar yang memiliki tingkat pertumbuhan ekonomi tinggi (8.5%),  yang diantara diakibatkan karena memanfaatkan secara maksimal potensi ekonomi nasional (Sumberdaya Alam), memanfaatkan  angka penduduk usia produktif yang tinggi, dan disertai meningkatnya investasi luar negeri, terutama dari Tiongkok, untuk mendukung pembangunan infrastruktur, tenaga listrik, energi dan pertanian” lanjutnya.

Ifan menambahkan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi diperlukan stabilitas politik dan keamanan nasional, konsistensi kebijakan fiskal/moneter yang pro pertumbuhan, serta menciptakan iklim kondusif bagi investasi, misalkan melalui jaminan kepastian hukum, penghapusan hambatan peraturan berusaha, meminimasi praktek ekonomi biaya tinggi dan memberikan paket insentif yang menarik bagi investor.

Seperti diketahui bahwa KMNU pada, 25 Mei 2017 mengadakan Seminar  “Membangun perekonomian nasional melalui tenaga kerja lokal yg kompetitif dan berkarakter” di gedung Rektorat Kampus IPB Dramaga, Bogor. Seminar tersebut mengadirkan para pembicara diantaranya Ifan Haryanto (Bendahara Pimpinan Pusat Ikatan Sarjana NU). Aji Hermawan (Direktur RAMP IPB Bogor) dengan Keynote speaker Hanif Dhakiri (Menaker RI).