Imajinasi Islamisasi yang Keliru

Borobudur adalah mahakarya Mataram Kuno masa Samaratungga. Orang “beriman” yang ingin bersusah payah mengislamkan Borobudur, kemudian berimajinasi menganggapnya sebagai peninggalan Nabi Sulaiman. Konon Sleman adalah Sulaiman, Wonosobo adalah negeri Saba. 
Saat mengunjungi Borobudur, saya menyaksikan beberapa mahasiswa yang sok tahu, entah dari kampus mana, mencoba bercerita kepada saya mengenai Borobudur. Ia ceritakan fragmen pahatan Borobudur yang menurutnya gambaran Siwa, kemudian dia bilang Borobudur adalah gambaran kehidupan dewa-dewi. Selanjutnya ia bilang sudah pernah ke Borobudur sebelumnya dan menyebutkan bangunan Borobudur sebagai bangunan Hindu. 
Apakah saya protes? Tidak. Saya tidak mau menghancurkan kebahagiaannya dengan menyebut bahwa saya mengajar sejarah, bahwa Borobudur kemudian akan saya ceritakan menurut  monograf NJ. Kromm atau Supratikno Rahardjo. Saya tahu, kebahagiaan itu mahal, dan ini perkara rasa. Dan meributkan Borobudur, tidak akan merusak keimanan dan keyakinan kita.
Celakanya, kita sering mendengar “kelucuan” yang sama ketika seseorang bicara agama. Ketika ia mengatakan ini bid’ah, kafir, sesat dan seterusnya. Paduan bab ini adalah imajinasi islamisasi dan kisah mahasiswa pencerita Borobudur tersebut. 
Pertanyaannya, apakah Salak Pondoh adalah sejenis kurma?

(Artikel dari Humaidi) 

Mang Insan

Mang Insan

Belajar teruss..