Imdadun Rahmat: Indonesia  Jadi Lahan Subur Radikalisme 

Jakarta-jagatngopi- Anggota Komnas HAM RI, Imdadun Rahmat, menyatakan bahwa Indonesia termasuk negara yang menjadi lahan subur bagi radikalisme. Maraknya aksi-aksi intoleran terhadap agama lain atau aliran lain; intimidasi, penyegelan, penyerangan, pengusiran, pembakaran, bahkan pembunuhan, termasuk peledakan bom oleh teroris di beberapa tempat menjadi bukti atas hal itu.

Demikian dikatakan Imdad ketika menyoal “Bahaya Ideologi Radikal Transnasional dan Penanganannya” di acara Pelatihan Islam dan Kebangsaan Forum Silaturahmi Bangsa, Kamis (25/5) di Jakarta.

Imdad melanjutkan bahwa aksi terorisme melalui pengeboman terus berlanjut hingg sekarang. Atas kejadian itu, ia berharap pemerintah segera mengambil langkah penanganan yang sigap.

“Tindakan terorisme yang tak henti-hentinya: bom Masjid Istiqlal April 1999, bom Kedubes Filipina Agustus 2000, bom Natal beberapa gereja Desember 2000, bom Gereja HKBP dan Santa Anna Juli 2001, bom Atrium Agustus 2001, bom Gereja Petra November 2001, granat Dubes AS September 2002, bom Bali 1 Oktober 2002, bom JW Mariot Agustus 2003, kedubes Australia September 2004, bom Bali 2 Oktober 2005, bom JW Mariot dan Ritz Carlton Juli 2009, bom “buku” Maret 2011, bom masjid Polres Cirebon April 2011, aksi teror di jalan Thamrin, dan kemarin di Terminal Kampung Melayu”. Terangnya.

Di bagian lain, Sekretaris Jenderal Forum Silaturahmi Bangsa, Djunaidi Sahal menambahkan bahwa maraknya radikalisme harus ditopang pemerintah lewat pendekatan persuasif-dialogis.

“Pemerintah harus memberantas teroris sampai ke akar-akarnya. Tapi jangan menggunakan pendekatan kekerasan, pendekatan lewat dialog dengan  kelompok radikal atau intoleran akan lebih diterima dan mengena. Program deradikalisasi sebaiknya bersifat partisipasif. Dan yang lebih penting lagi pemerintah dan DPR segera mengesahkan Perubahan UU terorisme”. Jelasnya.

Tulis tanggapan anda: