Insiden Salah Cetak Bendera RI, Juri Ardiantoro Apresiasi Langkah Menpora RI

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Republik Indonesia menyesalkan terjadinya insiden salah cetak Bendera Indonesia di Buku Panduan SEA Games Kuala Lumpur Malaysia. Hal ini seperti diungkapkan salah satu menteri yang berkumis tebal itu di akun twitternya.

“Pembukaan #SEAgame2017 yg bagus tapi tercederai dg keteledoran fatal yg amat menyakitkan. Bendera kita….Merah Putih. Astaghfirullaah…,” ungkap Imam Nahrawi melalui akun Twitter pribadinya.

Akibat kesalahan cetak tersebut, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Malaysia, Khairy Jamaluddin, sebagaimana dilaporkan Okezone.com mengemukakan permintaan maaf atas kejadian memalukan pada pembukaan SEA Games itu.

Dalam pantauan jagatngopi.com, insiden salah cetak tersebut memang menuai banyak protes dan kecaman dari masyarakat Indonesia baik secara langsung maupun tidak. Ungkapan protes paling merebak diungkapkan melalui media sosial seperti facebook, twitter, instagram, dan media lainnya.

Juri Ardiantoro, Ketua KPU RI tahun 2016 adalah salah satu tokoh dan atau bagian dari masyarakat yang protes atas keteledoran panitia SEA Games tersebut. Menurutnya, seperti diwartakan di www.nu.or.id (21/8) bendera merah putih adalah lambang negara yang harus dijaga eksistensi dan kehormatannya. Tidak hanya itu, bendera juga simbol kedaulatan bangsa.

“Bendera itu juga tidak sekadar lambang negara, tetapi juga simbol perjuangan bangsa membebaskan diri dari penjajahan,” katanya ketika dihubungi NU Online di Jakarta Ahad malam (20/8).

Pria yang juga salah satu ketua PBNU itu menambahkan, dalam konteks hubungan antarnegara, bendera itu juga simbol diplomatik yang mengandung makna harus saling menghormati, menghargai kedaulatan masing-masing dengan menjaga simbol-simbol kenegaraan masing-masing.

“Kasus kesalahan memasang, meletakkan bendera secara terbalik di dalam buku panduan SEA Games di Kuala Lumpur Malaysia, adalah kesalahan fatal yang tidak dapat dimaknai masalah teknis belaka,” jelasnya. “Bangsa Indonesia harus menyampaikan protes keras, tidak sekadar menyesalkan!” tegasnya.

Memang, kata Juri, panitia sudah meminta maaf dan memperbaiki kesalahan itu. Tentu hal itu patut dihargai dan harus dimaafkan.

Pria kelahiran Brebes, Jawa Tengah ini mengapresiasi Menpora Imam Nahrawi yang dengan cepat menyampaikan protes kepada panitia. Hal itu sebagai bukti bahwa Menpora memhamai betul masalah ini adalah masalah serius. 

Tulis tanggapan anda: