IPNU Jawa Barat Komitmen Mengawal Pancasila

Tasikmalaya, Jagatngopi – Pengurus Wilayah Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Jawa Barat gelar Konferensi Wilayah (KONFERWIL) XVIII,  dengan tema “Meneguhkan Prestasi Menuju Jawa Barat Bermanfaat,” Jumat-Minggu (28-30/07), Pondok Pesantren Baitul Hikmah Haurkuning Salopa Jawa Barat.

Kegiatan ini di buka dengan apel dan deklarasi pengukuhan pancasila sebagai bentuk penanaman dan penguatan terhadap NKRI, papar Abdul Shidiq Ketua Pelaksana.

Pimpinan Pondok Pesantren Baitul Hikmah Kiyai Busyrol Kariem tegaskan bahwa kegiatan ini adalah catatan paling terbesar yang di selenggarakan disini.

“Ini adalah catatan yang paling terbesar di Pondok Pesantren Haurkuning, ini adalah cita-cita orangtua saya, dengan menancapkan dan memancarkan NU disini,” ujar Kiyai Busyrol Kariem di awal sambutan.

“Sebagaimana rahasia umum dari orang tua saya, bahwa warga pondok pesantren haurkuning harus menjadi NU,” lanjut Pimpinan Pondok Pesantren Haurkuning.

Masih dalam kegiatan yang sama,  Pimpinan Pondok Pesantren Haurkuning Kiyai Busyrol Kariem yang meneruskan perjuangan ayahnya Kiyai Saefudin Zuhri, menjelaskan mengenai keberadaan pesantren yang berpengaruh dalam perjuangan menegakkan aqidah Ahlusunnah Wal Jamaah.

“Pelajar adalah pewaris para ulama, dan para ulama adalah penerus perjuangan para nabi. Ruhnya pesantren adalah perjuangan yang paling kokoh untuk menegakkan ahlusunnah wal jamaah,” tegasnya memaparkan.

“Perlu kita kaji bersama bahwa bangsa Indonesia, akan kurang ajar kalau menerima islam tanpa mengingat jasa ulama. Pondok pesantren adalah pengawal dari ilmu-ilmu para ulama,” paparnya diakhir sambutan.

Senada yang di sampingan oleh Pimpinan Pondok Pesantren Haurkuning, Pimpinan Wilayah IPNU Jawa Barat Amin Fajri, mengatakan bahwa IPNU Jawa Barat akan berkomitmen mengawal nilai-nilai Ahlusunnah Wal Jamaah. Dan juga menjadikan pancasila sebagai falsafah dalam berbangsa dan bernegara.

 

Penulis : (Robiatul Adawiyah)