Jomblo Nasib

Kang Sobar, sampai saat ini masih menjomblo. Bukan berarti dia tak ada minat secuil pun untuk berumah tangga. Tapi usahanya mencari seorang ratu dalam keluarganya berakhir dengan kegagalan. Padahal secara face… banyak orang jelek di bawahnya yang sudah tak jomblo lagi alias sudah menikah. Bahkan yuniornya yang mukanya pas-pasan sudah menyelip terlebih dahulu mengakhiri masa lajangnya.

Kang Sobar secara keilmuwan pondok, dia menyelesaikan sampai tingkat ulya pendidikan pesantrennya. Dua tahun dia khidmah di pondoknya untuk mengajar. Setelah itu baru boyong, kembali ke kampung halaman. Sebenarnya Kang Sobar tipe orang yang luas pergaulannya. Dia aktif di IPNU sampai Ansor. Jadi banser pun pernah dilakoni.

Sebagai seorang santri dia juga pernah aktif mengajar di madrasah diniyah di desanya, walaupun akhirnya keluar karena ada perbedaan pendapat atau mungkin salah paham dengan pengurus madrasah.

Ya, memang sebagai seorang pemuda, Kang Sobar terkadang frontal dalam menghadapi permasalahan, sehingga sering keluar perilaku srugal srugul.

Kang Sobar awal kepulangannya dari pondok, merasakan nasib jadi pengangguran. Memang ini dilema, bagi santri pondok salaf, ketika pulang, belum bisa langsung bekerja cari duit. Bisanya ya ngajar ngaji dulu, di rumah atau mushola atau madrasah. Apalagi lingkungan masyarakat sudah berubah menjadi masyarakat melek duit. Sehingga ada orang yang dulu nyantri, ketika cari mantu prinsipnya, yang penting bisa nafkahi anaknya. Alasan yang logis dan ekonomis.

Jadilah Kang Sobar semakin sulit mencari pasangan hidup. Pernah suatu kali dia sudah melamar seorang gadis, kerabat dari teman pondoknya. Tapi apa mau dikata, sang pujaan mengakhiri hubungan pinangan. Tragis.

Lebih tragis lagi nasib berikutnya. Kisahnya, salah satu teman Kang Sobar yang ada di daerah pegunungan menawarkan gadis untuknya. Tak perlu proses lama, akhirnya tiba waktunya Kang Sobar melangsungkan pernikahan. Persiapan pun direncanakan dengan sebaik-baiknya dan semeriah-meriahnya. Sungguh terlihat wajah ceria alam aura Kang Sabar.

Kang Sabar… Kang Sabar … oh nasibmu. Begitu acara pernikahan selesai, istri Kang Sobar tak mau tidur sekamar dengannya. Dia ingin tidur sendiri. Mulailah awal pernikahan sekaligus awal perselisihan.

Kang Sabar masih tetap sabar menghadapi perilaku sang istri. Kesabaran itu menjadi goyah, Kang Sabar pulang ke rumahnya dengan wajah suram bagaikan malam tanpa bulan plus mendung. Duh pedihnya hati Kang Sabar, ternyata sudah menikah pun harus berakhir dengan tragis. Sampai akhirnya sang istri mengajukan gugat cerai. Duh, Kang Sabar, sekarang menjadi jomblo lagi dengan status yang berat…Duda. Memang Kang Sobar sedang mendapat ujian jomblo nasib.

Tulis tanggapan anda: