Karena Oknum HTI, Foto Salah Satu Rais Syuriyah PBNU dengan Bendera HTI Menyebar di Medsos

 

Memanfaatkan momen-momen penting untuk kemudian diabadikan untuk kepentingan tertentu sudah sering terjadi. Persoalannya, kalau mengabadikannya untuk niatan yang tidak sesuai dengan keinginan objek yang di foto yang kemudian menimbulkan masalah. 

Peristiwa itulah yang terjadi pada diri KH. TB. Abdul Hakim, Rais Syuriyah PWNU Banten. Baru-baru ini kyai yang juga salah satu Rais Syuriyah PBNU itu pernah di foto oleh tamu yang kebetulan silaturahmi. Alih-alih minta poto, ternyata sang tamu meletakkan bendera HTI tepat di depannya. Tak pelak lagi foto sang Kyai berama bendera HTI itu kini menyebar di dunia maya (medsos).

Kepada jagatngopi.com, Ahmad Nur Kholid yang juga menantunya membenarkan kejadian tersebut dan sangat menyayangkan karena berdampak tidak baik pada diri orang tuanya (mertua).

“Iya Mas… Beliau Ayah mertua saya.  Kronologinya begini,  mereka memang silaturahim ke Abah.  Membawa bendera kecil HTI sebagai tanda bahwa mereka HTI.  Bendera itu ditaruh di depan mereka.  Lalu mereka mengambil foto dengan posisi bendera HTI dengan Abah sebagai latar belakang bendera HTI sehingga mengesankan Abah berbendera HTI.  Ini rekayasa pertama, sementara Abah juga tdk tahu kalau dipoto. Setelah itu mereka menjadikan poto Abah yang direkayasa tadi dengan  quote dan pesan-pesan yg mendukung HTI…” jelasnya.

Foto yang beredar di Media Sosial (Facebook)

 

Dalam pantauan jagatngopi.com, memang foto KH. TB. Abdul Hakim beserta bendera HTI telah menyebar di dunia media sosial, khususnya Facebook. Atas menyebarnya poto-poto tersebut, di wall statusnya Ahmad Nur Kholid menyampaikan pesan sebagai berikut :

“…Sehubungan dengan disebarnya foto orang tua kami dengan quote dan tagar yang memberi kesan mendukung HTI, maka kami minta pihak-pihak yang  melakukan manipulasi tersebut untuk menghentikan aksinya dan meminta maaf. Kebiasaan bertamu ke orang tua,  mengambil fotonya,  merekayasa fotonya,  lalu mempublikasikannya seolah-olah mendukung mereka adalah kebiasaan yg buruk serta tidak sesuai akhlak yg dicontohkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.  

Semoga Bulan Ramadhan ini mengantarkan kita menjadi hamba yang bertaqwa…”. Demikian dikutip di statusnya.

 

 

 

 

Tulis tanggapan anda: