Kasmuji

Sajak
“Kasmuji”

Pada nama yang tak pernah kusapa
Pada jiwa yang tak pernah kusentuh
Pada rupa yang tak pernah kutatap
Pada hati yang tak pernah terikat
Kau adalah kelabu
Dengan rayu yang mendayu-dayu.

Ada yang lebih tajam dari luka bernama Kasmuji.
Yaitu, Rindu.
Ia rela di setubuhi dan tidak dibayar.

Dalam ketiadaanmu,
Aku menemukan keberadaanmu.
Lalu, aku mulai membayangkan menjadi kamu,
Menjadi pikiranmu,
Dan bertahan di hatimu.

Bila,
Adakalanya peperangan bisa saja terjadi hanya dengan satu kata.
Dan adakalanya cinta bisa saja terjadi hanya dengan satu pandangan.
Maka, akan kupastikan ;
Bahwa, adakalanya cinta bisa saja terjadi hanya dengan satu keyakinan.

Bila dunia ini adalah muara untuk aku mencintaimu.
Maka, akan kupastikan
Bahwa dunia tak akan bertahan lama menampungnya
Sebab cintaku adalah segala.

Mas,
Jadi kamu itu rindu atau candu?
Atau jangan-jangan,
Engkau sempat menjelma menjadi udara.
Dan udara bukanlah candu.
Ia adalah wujud yang selalu kubutuhkan.
Yang setiap harinya mengendap,
Dan berhasil menjadi prioritas.
Maka,
Hidup matiku adalah kamu.
Atau,
Kamu adalah hidup dan matiku.

Salemba, 2017

Tulis tanggapan anda: