Kecelakaan Kerja Tak Diperlakukan Adil, Eka Febriyanto Mengadu ke Komnas HAM

Jakarta, jagatngopi.com– Adalah Eka Febriyanto, pria yang beralamat di daerah Jati Mulya, Kosambi Baru Kamis (31/8) mengadukan dugaan pelanggaran HAM yang dilakukan Perusahaan tempat dia bekerja, PT. Anekaplast Sumber Makmur, Sunter, Jakarta Utara. Dengan didampingi Kuasa Hukumnya sekaligus Aktivis Buruh Jakarta, Wahyuono, Eka menyerahkan berkas pengaduan ke Komnas HAM di kawasan Menteng Jakarta Pusat.

Dalam berkas pengaduannya, disebutkan ada lima pokok persoalan yang mendasari kenapa PT. Anekaplast Sumber Makmur diduga melakukan pelanggaran HAM yaitu, pertama, yang bersangkutan (Eko Febriyanto) tidak pernah didaftarkan sebagai peserta BPJS (Red; ketenagakerjaan). Kedua, kecelakaan kerja yang mengakibatkan kehilangan pergelangan tangan kanannya, tanpa penggantian. Ketiga, upah tidak dibayarkan selama sakit akibat kecelakaan kerja. Keempat, upah tidak dibayarkan selama dirumahkan, dan kelima, terjadinya pemutusan hubungan kerja secara sepihak.

Secara ringkas Wahyuono menjelaskan tentang kronologi kecelakaan Eka yang berawal ketika Minggu (21/6/2009) sedang mengoperasikan mesin injection di Mesin H2 yang saat itu sedang memproduksi botol pet ukuran 330 ml, tangan Eka tergencet mesin. Kondisi mesin memang kurang baik karena sering kali mengalami mati dan kemudian menyala kembali, hingga tanpa diduga tangan kanan Eka tergencet mesin hingga remuk. Analisa dokter harus dilakukan operasi dengan mengamputasi.

Akibat kecelakaan, Eka tidak dapat bekerja karena harus pemulihan 6 Bulan. Direntang waktu tersebutlah Eka tidak pernah diberikan upah apalagi penggantian atas cacat tangan yang dideritanya akibat kecelakaan kerja. Alih-alih meminta kebijaksanaan tentang hak-haknya sebagai karyawan yang kecelakaan, pihak perusahaan justru menyarankan Eka untuk membuat tangan palsu dengan cara memberikan via tranver sebesar Rp.10.000.000,- (sepuluh juta rupiah). Demikian dijelaskan Bang Ono, panggilan akrab Wahyuono mewakili Klinik Hukum GM Kosgoro sebagai kuasa hukum Eka Febriyanto.

Ditanya apa langkah-langkah yang akan ditempuh, Ono menjelaskan akan selain ke Komnas HAM, pihaknya juga akan ke Dinas Ketenagakerjaan Jakarta Utara.

 

“Hari ini, Kamis (31/8) kami mengawal ke Komnas HAM untuk mengadukan terjadinya pelanggaraan kemanusiaan PT. Anekaplast Sumber Makmur atas diri Eka Febriyanto. Upaya ini akan kami lanjutkan ke Suku Dinas terkait, guna mengajukan permohonan mediasi perselisihan industrial atau Tripartit”. Pungkas Ono, aktivis buruh Jakarta yang getol mengawal kecelakaan kerja buruh ini. 

Tulis tanggapan anda: