Keharmonisan Ramadhan Ponpes Gontor Putri 5 Bersama 3 Pilar Kandangan

 

Mewujudkan kebersamaan lintas sektoral di Kecamatan Kandangan Kabupaten Kediri, direalisasikan pada gelaran buka puasa bersama yang berlangsung di Pondok Pesantren Gontor putri 5 yang berada di Kandangan Kediri. Aktifitas religi ini juga dihadiri Danramil Kandangan, Kapten Czi Kustoyo, Kapolsek Kandangan, AKP Eko Sanusi dan Camat Kandangan ,Sunar Utomo, rabu (14/06/2017)

 

“Dari tahun ke tahun, tradisi untuk buka bersama dengan seluruh perangkat desa se-Kecamatan Kandangan dan Muspika Kandangan hingga saat ini tetap kami pertahankan. Bahkan kmai juga mengundang tokoh lintas agama yang ada di Kecamatan Kandangan ini, sebagai bukti pengakuan keberagaman yang harus kita hargai bersama. Ini sudah tradisi dan tidak bisa kita absen sekalipun,” ungkap Ustadz H.Hamim Syuhada selaku pengasuh Ponpes Gontor putri 5.

 

Sebelumnya, Kapten Czi Kustoyo mengingatkan saling menjaga kerukunan antar umat beragama dalam kondisi kemajemukan yang ada di Kecamatan Kandangan. Apalagi 2 pekan lalu, secara jelas dan terang benderang ,bangsa ini komitmen dengan Pancasila sebagai dasar Manusia Indonesia, lewat Hari Lahirnya Pancasila. Kapten Czi Kustoyo juga menjelaskan bahwa Pancasila berbeda dengan agama, karena secara garis besar agama merupakan penghubung antara manusia dengan Tuhan, sedangkan Pancasila secara garis besar merupakan penghubung antara sesama manusia di dalam wadah NKRI. Pancasila sama sekali tidak bertentangan dengan agama manapun dan mengakui Pancasila bukan berarti kita melakukan perbuatan “musyrik” ,karena Pancasila bukan doktrin agama atau bertolakbelakang dengan nilai-nilai agama manapun. Bila ada orang menganggap menjadikan Pancasila sebagai identitas bangsa dianggap “musyrik”, orang tersebut hendaknya keluar dari NKRI dan menetap atau tinggal di negara lain.

 

 

Di kesempatan yang berbeda, AKP Eko Sanusi meminta kesadaran warga Kecamatan Kandangan untuk aktif dalam memberantas peredaran dan penggunaan narkoba, karena barang haram ini juga sangat dilarang agama manapun. AKP Eko Sanusi juga mengingatkan perlunya kewaspadaan lingkungan, seperti mengunci pintu, mendengar suara yang janggal maupun gerak gerik seseorang yang mencurigakan, karena saat ini banyak sekali orang yang hendak berbuat kejahatan dengan memanfaatkan situasi. Disamping itu ,AKP Eko Sanusi menghimbau kepada seluruh perangkat desa untuk menertibkan anak-anak yang sedang bermain petasan, tetap dengan cara persuasif, apalagi petasan dibunyikan saat Shalat Tarawih, hal itu sangat mengganggu kekhusyukan jamaah.