Kembangkan Ekonomi Umat, FSB adakan Pelatihan BMT

 

Forum Silaturahmi Bangsa (FSB) dalam beberapa bulan terakhir terus meningkatkan kiprah pengabdiannya di tengah masyarakat,utamanya di Jakarta yang merupakan wilayah kelahiran lembaga sosial kemasyarakatan tersebut.

Selain concern di program penguatan kebhinekaan sebagai basis kultural masyarakat Indonesia, seperti halnya mendukung pembubaran HTI dan Perppu No. 2/2017 tentang Organisasi Kemasyarakata, FSB juga mengembangkan program pemeberdayaan dan penguatan ekonomi warga, khususnya masyarakat bawah dengan konsentrasi jamaah masjid. Hal ini dibuktikan dengan penyelenggaraan pelatihan Baitul Maal wa Tamwil (BMT) yang direncanakan menjadi rutinitas program ekonomi. Demikian diulas di keterangan persnya kepada jagatngopi.com.

Pelatihan BMT Perdana

Kegiatan perdana Pelatihan BMT dilaksanakan pada hari ini, Rabu (9/8) di SMK 57, Ragunan Jakarta Selatan dengan peserta 50 orang yang terdiri dari perwakilan pengurus masjid (DKM) se DKI Jakarta.

Pelatihan yang bertemakan “BMT sebagai Sarana Manajemen Keuangan Berbasis Pemberdayaan Ekonomi Masjid se-DKI Jakarta” ini menghadirkan para pembicara yang mewakili kalangan akademisi maupun praktisi, seperti Desian Didik Wicaksono, Talkhah Badrus, Yunus Hasyim dan Kiagus Tohir.

Dalam sesi sambutan, Sekejen FSB, H. Djunaidi Sahal menyampaikan tentang pentingnya pembangunan ekonomi umat Islam melalui masjid.

Pembangunan ekonomi umat Islam melalui majid adalah tujuan penting bagi kesejahteraan umat islam, yang merupakan bentuk kontribusi untuk bangsa ini dalam mengentas kemiskinan. Didukung dengan konsep ekonomi islam, masjid akan mampu menjadi lembaga yang terpecaya dalam membangun sumber daya manusia dalam rangka meningkatkan kesejahteraan umat. Untuk itu, dibutuhkan komitmen dan konsistensi dari semua pihak dalam memberikan motivasi dan faktor-faktor pendukung lainnya untuk menggerakkan masjid sebagai pusat pemberdayaan umat islam. Terang Djunai.

Pada bagian akhir, Djunai menjelaskan bahwa tujuan pelatihan BMT FSB antara lain  pertama, untuk memaksimalkan peran masjid sebagai basis pembangunan ekonomi umat. Kedua, memastikan program BMT dapat mengakomodir semua masjid-masjid khususnya di Jakarta. Ketiga, menciptakan  karakter entrepreneurship untuk pengurus-pengurus masjid. Dan keempat, mampu mengelolah masjid sebagai sarana ekonomi produktif bagi masyarakat.

 

 

Tulis tanggapan anda: