KEMERDEKAAN YANG HAKIKI

Dirgahayu Indonesiaku

72 tahun sudah bendera dwiwarna itu berkibar

Sudahkah kita merdeka?

Merdeka

Satu kata sarat makna

Seribu usaha untuk mewujudkannya.

Apakah itu yang dinamakan merdeka

Ketika wakil rakyat menuntut gedung baru, sementara rakyatnya tak punya tempat tinggal?

Apakah itu yang dinamakan merdeka

Ketika jurang pemisah si Kaya dan si Miskin semakin lebar?

Ketika lama masa tahanan berbanding terbalik dengan nominal tabungan?

Apakah itu yang dinamakan merdeka

Ketika ratusan siswa di pedalaman menempuh perjalanan merenggut nyawa hanya untuk bisa sekolah?

Ketika ribuan siswa di kota melakukan segala cara demi angka-angka?

Atau ketika intelijensi dan inovasi tak dihargai di dalam negeri, namun disumpahserapahi saat dibawa pergi ke luar negeri?

Apakah itu yang dinamakan merdeka

Ketika produk lokal dianggap tidak sekasta, sementara merek barang impor simbol status dan kekayaan?

Atau ketika westernisasi dicaci maki, namun gotong-royong dan toleransi semakin jarang ditemukan?

Apakah itu yang dinamakan merdeka

Ketika prestasi dan kebanggaan bangsa di mata dunia lebih rendah nilainya daripada selembar pakaian?

Ketika kemanusiaan dan permusyawaratan lebih murah harganya daripada sebuah amplifier masjid?

Ketika kedamaian dan kekayaan keberagaman dijatuhkan derajatnya oleh isu provokasi, dan kita berakhir saling mencaci maki?

Dirgahayu Indonesiaku

72 tahun sudah bendera dwiwarna itu berkibar

Sudahkah kita merdeka?

Ya, tanah kita telah merdeka dari jajahan bangsa lain

Namun tidak, kita belum merdeka dari belenggu hawa nafsu dan kepentingan kita sendiri.

Atau, hawa nafsu dan kepentingan orang lain, yang sadar atau tidak, kita bantu untuk mencapainya.

Merdeka.

Satu kata sarat makna.

Seribu usaha untuk mewujudkannya.

Lautan darah, keringat, dan air mata

Jutaan jantung yang berhenti berdetak dalam gema satu kata: “Merdeka!”

Hanya demi Indonesia raya, Indonesia jaya, Indonesia sejahtera

Jangan biarkan kebodohan dan egoisme kita yang membabi buta membuat seluruh perjuangan itu sia-sia.

“Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa pahlawannya.” – Ir. Soekarno

Butuh berapa lama sampai jasad-jasad para pejuang dapat tersenyum haru dan berkata,

“Inilah Indonesia yang kuperjuangkan dahulu”?

Dara Swandana

Tangerang Selatan

Tulis tanggapan anda: