Konsep Pluralisme Prof. Dr. Alwi Shihab

Pertama, pluralisme tidak semata menunjuk pada kenyataan tentang adanya kemajemukan. Namun yang dimaksud adalah keterlibatan aktif terhadap kenyataan tersebut. Pluralisme agama dan budaya dapat kita jumpai di mana-mana. Di dalam masyarakat tertentu, di kantor tempat kita bekerja, di sekolah tempat kita belajar, bahkan di pasar di mana kita berbelanja.

Tapi seseorang dapat dikatakan menyandang sifat tersebut ( aktif ) apabila ia dapat berinteraksi positif dalam lingkungan kemajemukan tersebut. Dengan kata lain, pengertian pluralisme agama adalah bahwa setiap pemeluk agama dituntut bukan saja mengakui keberadaan dan hak agama lain, tapi terlibat dalam usaha memahami perbedaan dan persamaan guna tercapainya kerukunan dalam kbhinekaan.

Kedua, Pluralisme harus dibedakan dengan kosmopolitanisme.

Kosmopolitanisme menunjuk kepada suatu realita di mana aneka ragam agama, ras, bangsa hidup berdampingan di suatu lokasi. Namun interaksi positif antara penduduk, khususnya di bidang agama sangat minim.

Ketiga, konsep pluralisme tidak dapat disamakan dengan realitivisme. Seorang relativis akan berasumsi bahwa hal-hal yang menyangkut kebenaran atau nilai ditentukan oleh pandangan hidup serta kerangka berfikir seseorang atau masyarakat. Konsekuensi dari relativisme agama, doktrin agama harus dinyatakan benar.

Seorang pluralis paling tidak menghindari sikap absolutisme yang menonjolkan keunggulan terhadap pihak lain.

Keempat, Pluralisme agama bukanlah sinkretisme yaitu menciptakan suatu agama baru dengan memadukan unsur tertentu atau sebagian komponen ajaran dari berbagai agama untuk dijadikan bagian integral agama baru tersebut.

Konsep pluralisme di atas apabila hendak diterapkan di Indonesia maka ia harus bersyarat satu. Yaitu komitmen yang kokoh terhadap agama masing-masing. Seorang pluralis, dalam berinteraksi dengan ragam agama, tidak saja dituntut untuk membuka diri, belajar dan menghormati mitra dialognya, tapi juga harus commited terhadap agama yang dianutnya.

Semoga dengan semangat bhineka tunggal ika yang dibalut dengan pluralisme agama yang bertanggung jawab, kita dapat mengatasi tantangan besar yang kita hadapi bersama.

( Disarikan dari Buku Islam Inklusif Menuju Sikap Terbuka Dalam Beragama )