KURBAN DAN PEMERATAAN GIZI UMAT

Oleh : Sodikin Rusydi

 

Agama bukan untuk Tuhan, tapi untuk manusia dan kemanusiaan. Idiom ini bukan omong kosong tapi nyata adanya, ketika kita berupaya menghayati ajaran melalyi pendekatan maqashidusy-syari’ah.

 

Pada dua perayaan hari besar umat Islam mencerminkan semangat tersebut. Saat Idul Fitri, kita disyariatkan melaksanakan zakat, utamanya zakat fitrah. Yang harus dikeluarkan dalam zakat fitrah adalah makanan pokok setempat (quthul balad). Maka, nyata adanya bahwa semangat yg diemban adalah  kampanye pemerataan nutrisi karbohidrat, makanan pokok. Allah pastinya tidak akan rela, jika umtlat Islamml hanyabrajin secara ritual, tiap idul Fitri mengeluarkan zakat fitrahnya sesuai ketentuan 2,5 kg beras, namun pada hari2 lain dia abai terhadap kelaparan dan kelurangan gizi yang mepanda sebagian umat. Maka jelas yg diharapkan oleh Allah adalah kepedulian umat Islam terhadap pemerataan makanan pokok dan kecukupan gizi umat dilingkungannya. Begitu banyak dalil agama yang menunjukkan hal ini.

 

Selanjutnya, saat Idul Adha, yang disyariatkan adalah Ibadah qurban dengan menyembelih hewan untyk ditasyarufkan kepada dhuafa. Terdapatbpola kepedulian umat yang berbeda. Bukan lagi makanan pokok tapi berupa daging sebagai sumber protein. Tentubyang diharapkan Allah adalah semangt kepedulian aoan kecukupan nutrisi umat, khususnya protein hewani. Tingkat kecerdasan dan ketahanan tubuh umat sangt terpengaruh oleh tingkat konsumsi protein. Sementara, Indonesia menduduki rangking rendah dalam tingkat konsumsi daging perkapita pertahun.

 

Untuk meningkatkan kualitas umat, tentu sangat penting tergantung dengan peningktan konsumsi protein. Ibadah kurban merupakan kampanye untuk membangun kesadaran dalam upaya peningkatan konsumsi daging umat Islam. Kalangan dhuafa yang sangt rentan akan kekurangan gizi khususnya protein dapat tertanggupanfo dengan adanya pembagian daging kurban. Belum lagi ditabah dengan ibadah aqiqah saat ada kelahiran bayi. Tentu upaya ini sangat signifikan dalam peningkatan gizi umat.

 

Kesimpulannya, secara luar biasa dan menakjubkan Agama Islam telah menyediakan seperangkat ajaran ritual baik zakat fitrah, kurban, dam, kafarat maupun aqiqah, yang kesemuanya bertujuan untuk meperataan gizi umat. Jauh sebelum ada negara modern yang membangun konsep pemerataan dan peningkatan gizi, Islam sejak 1500 tahun yang lalu telah memilikinya. Tinggal kesadaran umat Islam saja untuk mampu atau tidak dalam memetik hikmat dan filosofi setiap ajaran ritual agamanya.

 

Subhanallah walhamdulillah wa laailaha illallahu wallahu akbar.

 

Batang, Idul Adha 1438 H

Tulis tanggapan anda: