Lampung Panen Padi dan Jagung

Di antara berbagai kebutuhan manusia, pangan merupakan kebutuhan yang harus dipenuhi agar kelangsungan hidup seseorang dapat terjamin. Fluktuasi harga dan ancaman gagal panen merupakan problema yang dihadapi dalam produksi pangan.

Hari ini, Sabtu, 7 Oktober 2017, dua kawasan transmigrasi di Lampung akan panen padi dan jagung yang kemudian langsung digiling pada Rice Milling Plant (RMP) berkapasitas 3 ton per jam. Dengan adanya RMP ini, gabah kering bisa digiling dan dikonversi menjadi beras putih yang siap untuk dikonsumsi. 

Kedua kawasan transmigrasi itu adalah KTM Mesuji dan KTM Rawa Pitu. Kota Terpadu Mandiri (KTM) adalah kawasan transmigrasi yang pembangunan dan pengembangannya dirancang menjadi pusat pertumbuhan yang mempunyai fungsi perkotaan melalui pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan. Fungsi perkotaan tersebut meliputi Pusat Kegiatan Ekonomi Wilayah, Pusat Kegiatan Industri Pengolahan Hasil, Pusat Pelayanan Jasa dan Perdagangan, Pusat Pelayanan Kesehatan, Pusat Pendidikan dan Pelatihan, Sarana Pemerintahan, Fasilitas Umum dan Sosial serta Sarana Prasarana dan Utilitas.

Menurut informasi dari Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, ada 47 kawasan transmigrasi lain yang dikembangkan sebagai pusat pertumbuhan baru melalui pembinaan dan pembangunan sarana prasarana selain KTM Mesuji dan KTM Rawa Pitu.

KTM Mesuji mempunyai produk unggulan kawasan perdesaan (Prukades) berupa beras dan jagung. Pengembangannya dilakukan pada lahan seluas 30 ribu hektar. Sementara pengembangan di KTM Rawa Pitu pada lahan seluas 14 ribu hektar.

Saat ini, KTM Mesuji juga sudah mengembangkan 12 Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Sedangkan di KTM Rawa Pitu, ada 9 BUMDes. Pelatihan telah diberikan sebagai upaya untuk meningkatkan tata kelola lembaga ekonomi tersebut. PT. Mitra BUMDes juga sudah dibentuk di kedua lokasi tersebut.  

Rata-rata pendapatan petani di Mesiji dari on farm sudah mencapai 3 juta per bulan, sedangkan di Rawa Pitu sekitar 2,3 juta per bulan. Angka ini lebih besar dibandingkan UMR Provinsi Lampung sebesar 1,9 juta per bulan.

Selain panen padi, jagung, dan penggilingan padi di Rice Milling Plant, juga ada penyerahan bantuan. Sesuai arahan Presiden Jokowi, pemerintah akan serius menjalankan Korporatisasi Petani dengan mensinergikan Gapoktan, BUMDes, BNI dan rumah pangan kita.Model Korporatisasi Petani ini nantinya akan direplikasi di kawasan transmigrasi dan kawasan perdesaan lainnya.

 

#TransmigrasiMembangunNegeri

Tulis tanggapan anda: