LBH GP Ansor Minta Polisi Usut Tragedi Penyerangan di Siwal, Sukoharjo

Sudah sepekan tragedi berdarah penyerangan terhadap warga Desa Siwal Kecamatan Baki Kabupaten Sukoharjo terjadi. Namun belum ada perkembangan  yang cukup sigfinikan dari penyelidikan Pihak Kepolisian Resort Sukoharjo. Tragedi berdarah penyerangan Warga Desa Siwal tersebut terjadi pada tanggal 19 Agustus 2017, saat masyarakat sedang  bergembira memperingati hari kemerdekaan Indonesia ke 72 yang diadakan warga Desa Siwal. Penyerangan dilakukan oleh sekelompok orang bertopeng berjumlah +/- 30 orang dengan membawa senjata tajam ini merupakan peristiwa serius yang harus mendapatakan perhatian dari semua Instansi Pemerintah, Penegak Hukum maupun Organisasi Masyarakat.

Peristiwa yang menyebabkan jatuhnya korban masyarakat umum serta seorang anak balita yang mengalami luka-luka, ironisnya terjadi dalam acara untuk memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke 72, yang diselenggarakan oleh Masyarakat sebagai bentuk kecintaannya kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia ini dan harusnya berlangsung dalam suasana yang damai dan gembira.  

Peristiwa penyerangan & penganiayaan tersebut juga merupakan bentuk tindakan premanisme dengan dugaan atas nama Agama yang dilakukan oleh sekelompok orang yang mencederai dan menistakan nilai-nilai Agama Islam itu sendiri, karena melakukan tindakan kejahatan kepada masyarakat sambil meneriakan kata-kata mulia dalam Ajaran Islam.

Patut diduga tindakan tersebut merupakan tindakan yang sudah direncanakan secara terstruktur dan sistematis oleh para pelaku. 

Berdasarkan investigasi tim Litigasi dan Advokasi LBH GP ANSOR di lapangan, LBH GP ANSOR mendapatkan bukti-bukti dan fakta-fakta :

1. Pelaku berjumlah +/- 30 orang dengan membawa senjata tajam & tumpul yang telah disiapkan sebelumnya

2. Sebagian besar Pelaku telah mempersiapkan diri agar tidak dikenali dengan cara secara seragam menutup muka dan kepala para pelaku.

3. Pelaku bergerak dengan komando dari orang yang patut diduga berperan sebagai koordinator.

4. Pelaku dalam melakukan aksinya terlihat hanya menyasar orang atau sasaran tertentu saja.

5. Pelaku saat melakukan tindakan dilakukan secara sistematis, dimana pelaku menggunakan sepeda motor dan saling berboncengan, satu orang yang melakukan tindakan dan satu orang tetap di atas sepeda sebagai persiapan agar dapat dengan cepat melarikan diri;

6. Para pelaku datang kemudian mengancam dengan senjata tajam dan potongan besi serta  memukul warga masyarakat dan juga anggota BANSER yang pada saat acara tersebut diminta warga Desa Baki untuk menjaga kemanan acara tersebut serta merusak kursi-kursi.

7. Pada tanggal 20 Agustus 2017, Ketua Panitia Acara tersebut didampingi oleh Anggota BANSER telah melaporkan dan memberikan keterangan sebagai saksi korban ke Polsek Baki, Sukoharjo untuk memberikan fakta-fakta peristiwa tersebut; 

8. Kasus ini sedang dalam proses penyelidikan oleh Polres Sukoharjo;

Untuk mencegah terjadinya peristiwa serupa serta untuk menghindari akibat lanjutan terhadap peristiwa berdarah penyerbuan tanggal 19 Agustus 2017 tersebut di atas, Kami dari LBH GP ANSOR dengan ini meminta kepada :

1. Kepala Kepolisian Resort Sukoharjo;

2. Kepala Kepolisian Daerah Jawa Tengah;

3. Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia;

Untuk :

1. Melakukan pengusutan, penyelidikan dan penyidikan secara tuntas untuk menemukan pelaku penyerbuan tanggal 19 Agustus 2017, termasuk dalang dibalik peristiwa penyerangan & pengeroyokan tersebut.

2. Melakukan proses hukum terhadap para pelaku secara transparan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

3. Menindak kelompok-kelompok yang seringkali melakukan sweeping dengan kekerasan terhadap kegiatan-kegiatan warga demi terciptanya ketertiban dan keamanan di Kab.Sukoharjo.

Hal tersebut untuk mencegah peristiwa balasan dari warga korban penyerbuan ataupun bentuk lainnya, sehingga dapat menyebabkan meletusnya konflik Sosial, karena berdasarkan keterangan saksi dilapangan, sudah ada pelaku yang telah dikenali oleh masyarakat Korban Penyerangan tersebut, karena yang bersangkutan tidak memakai cadar pada saat penyerangan. Fakta ini telah kami sampaikan kepada jajaran Polsek Baki; 

Namun demikian LBH ANSOR meminta dan menghimbau kepada Warga Korban Penyerangan, segenap anggota ANSOR dan BANSER untuk menahan diri, tidak melakukan aksi balasan maupun aksi main hakim sendiri dan mempercayakan proses penyelidikan dan penyidikan kepada Pihak Kepolisian.

Demikian kami sampaikan. Terima kasih

Wallahulmuwafiq illa aqwamith thariq. Wassalamualaikum Wr.Wb.

LBH PP GP ANSOR

Direktur Advokasi dan Litigasi

Achmad Budi Prayoga, S.H

0813 8539 3905

Tulis tanggapan anda: