Mahfudz Asirun: Banyak Faham yang Perlu Dikritik di Hizbuttahrir

Demikian salah satu kesimpulan dari pengajian Kitab Al Ghorotil Imaniyah Fi Raddi Mafasid Attahririyyah (Serbuan Keimanan Dalam Menolak Kerusakan Hizbut Tahrir) yang dilaksanakan Masjid Al Ittihad Pesantren Al Itqon, Jl. H. Selong Duri Kosambi Cengkareng Jakarta Barat, Rabu (21/6/2017).

Pengajian yang diasuh KH. Mahfudh Asirun yang yang juga Pengasuh Pesantren Al-Itqon dan Rais Syuriah NU DKI Jakarta ini rutin di ajarkan di beberapa masjid di Jakarta selama bulan Ramadhan 1438 H.

Dalam keterangan (sinopsis) pengajian yang jagatngopi.com terima, peserta pengajian kali ini berjumlah sekitar 700 oranh baik dari jama’ah tetap masjid maupun dari wailayah sekitar Jakarta.

Adapun kesimpulan lain dari pengajian kemarin (21/6) dikatakan Mahfudz, bahwa apa yang sudah dikaji selama Ramadhan dengan kitab tersebut berisi tentang kritik terhadap pemikiran Taqiyuddin Annabhani sebagai  pemimpin Hizbuttahrir. 

“Dalam konteks mengkritik ini, bukan bermaksud untuk memecah belah Islam menjadi banyak sekte, melainkan untuk meluruskan paham-paham yang salah yang ada dalam Hizbuttahrir, dan ini bagian dari dakwah menuju kebaikan” lanjut mahfudz dalam kesimpulan pengajiannya.

Mahfudz juga mengajak kepada umat Islam untuk bersatu dan menolak apa yang telah menjadi gagasan Taqiyuddin Annbhani sesuai dengan isi kitab tersebut.