Malu Pada Allah

Oleh : Paulus Padamaley

[[ Malu Pada Allah ]]

  kami yang malu pada Allah
senja itu pucat di ufuk jauh
kini menjadi tirai mendung berkelabu
yang terlukis hanyalah duka kesuraman itu
bila senada damai tak lagi bersenandung

pergilah kau mendung
jangan lagi kau mengulang
di ujung mata dengan kedipan murung
apakah lantas kami jadi perenung ulung
yang terus tersungkur meraung

  kami yang malu padamu Allah
sering kali kami sembunyi wajah duka dibilik cadar

dan coba merebah guratan senyum terbaik yang kami miliki
agar seperti orang munafik

sebab helaan nafas sekaipun belumlah setara
tiada rasa yang lega dengan adanya
seperti ada opini yang belum terbaca
hingga dahaga ini masihlah membahana

 

”perangkai sepi”

 

 

 

 

 

 

 

Tulis tanggapan anda: