Massa Aksi: “Kalau Risman Tegas Pasti Tangkap Peno!!!”

KABUPATEN BEKASI – Puluhan Mahasiswa dan Pemuda yang tergabung dalam Pemuda Bekasi Anti Korupsi (PB AKSI) Kembali melakukan aksi unjuk rasa di Kantor KEJARI Kabupaten Bekasi dengan membentangkan spanduk bertulisakan “Gedung ini disewakan, Hub: ‘R.T.’, Harga Nego” di gerbang Kejari pada Rabu (13/09).

Dengan berorasi diatas mobil komando massa aksi menyampaikan beberapa dugaan korupsi yang terjadi di kabupaten Bekasi diantanya Pemeliharaan Mess Mahasiswa Yogyakarta dan Bandung, Pemeliharaan Rumah dinas Bupati, Wakil Bupati dan Sekda, Pemeliharaan Lapangan futsal dan tenis, Pemeliharaan Lift Gedung Bupati, Mangkraknya Kantor Pusat PDAM Tirta Bhagasasi Tegal Danas, Ambruknya SMAN 1 Muara Gembong, Bocornya PAD BUMD PT. BBWM dan lain-lain.

Sukamim Salah satu massa aksi dalam orasinya mendesak pihak kejaksaan untuk menandatangani surat pernyataan pengunduran diri, mengingat pasca dilantiknya Risman KAJARI langsung menandatangani pakta integritas yang dibuat massa aksi pada saat itu dan berjanji menangani banyaknya kasus korupsi di Bekasi.

“Pasca dilantik Risman tandatangani pakta integritas yang kami buat untuk mrnyelesaikan banyaknya dugaan korupsi di Kabupaten Bekasi, namun sampai hari ini dirinya mengingkari rakyat Bekasi,” ucapnya saat berorasi.

Selain itu dirinya juga membeberkan dan menyebarkan Rancangan Anggaran Belanja (RAB) rutin pemeliharaan di bagian umum yang tak logis hingga milyaran rupiah kepada media.

“Anggaran pemeliharaan rutin setiap tahunnya milyaran rupiah untuk satu kegiatan. Banyak sekali kejanggalan di dalamnya. Kalau Risman tegas pasti tangkap Peno (Kabag Umum-red),” tutup Sukamim.

Kordinator Aksi Rahmat Hidayat saat diwawancarai mengatakan tingginya kesenjangan sosial yang tinggi di Bekasi seperti kemiskinan akibat tingginya perilaku korup oknum pejabat yang seolah dibiarkan oleh pihak KEJARI Kab. Bekasi seperti yang terjadi di Bagian Umum.

“Tingginya kesenjangan sosial di Bekasi akibat ulah korupsi oknum pejabat yang seolah dibiarkan pihak Kejari, seperti yang terjadi di Baian Umum,” Tegas Rahmat

Sedangkan, lanjut Rahmat,  penanganan kasus korupsi yang ditangani era Risman seperti kasus incenerator, kasus Genset dan kasus Satpol PP adalah limpahan dari KAJARI sebelumnya. Massa aksi menuding karena ketertutupan pihak Kejari Bekasi membuat ketidakpuasan masyarakat atas kinerja masyarakat.

“Kasus genset, incenerator dan satpol PP itu PR dari KAJARI sebelum Risman,” Jelasnya.

Massa aksi sempat menaburkan kembang 7 rupa dan melempari kondom sebagai bentuk matinya hukum dan Mandulnya kinerja KEJARI. Setelah hampir 2 jam melakukan orasi massa aksi juga mencoba merangsek masuk dengan menggebrak-gebrak pagar KEJARI.

Tulis tanggapan anda: