Masya Allah, Menurut Hizbuttahrir Berzina Tidak Haram !

Demikian salah satu kesimpulan yang jagatngopi.com terima dari pengajian Kitab Al Ghorotil Imaniyah Fi Raddi Mafasid Attahririyyah (Serbuan Keimanan Dalam Menolak Kerusakan Hizbut Tahrir) karangan Syeh Abdullah Alhariry yang dilaksanakan di Masjid Assholihul Hamidiyah, Jl. KH. Abdul Hamid Duri Kosambi, Jakarta Barat, Selasa (20/6/2017).

Pengajian yang diasuh KH. Mahfudh Asirun yang yang juga Pengasuh Pesantren Al-Itqon dan Rais Syuriah NU DKI Jakarta ini rutin di ajarkan di beberapa masjid di Jakarta selama bulan Ramadhan 1438 H.

Hampir tiap membedah kitab ini, menurut pengakuan Djunaidi Sahal, salah satu peserta pengajian, ramai dihadiri para peserta. Hal ini, menurutnya, dikarenakan materi kajian yang relatif baru dan menarik untuk diketahui.

“Lebih dari 400 orang peserta yang ikut mengaji kitab ini, peserta selain jama’ah tetap masjid juga datang dari wailayah sekitar Jakarta” jelasnya.

Adapun kesimpulan lain dari pengajian kemarin (20/6) antara lain Hizbuttahrir menganggap bahwa berangkat untuk berzina itu tidak haram. Hizbuttahrir menghalalkan mencium dan menyentuh laki-laki atau perempuan yang bukan muhrimnya. Dan Hizbuttahrir mempersilahkan untuk berfatwa ( berijtihad ) tanpa ilmu, padahal untuk bisa berfatwa / ijtihad harus hafal banyak ayat Quran dan Hadits, menguasai asbabunnuzul, asbabulwurud, ilmu Ushul fiqh (Khos, ‘am, qiyas, nasekh, mansukh, mutlaq, muqayyad, mujmal, mubayyan, dan seterusnya)

Tulis tanggapan anda: