Masyhuri Malik: Wafatnya Muhyiddin adalah Duka Mendalam Warga NU dan Warga Pergerakan

Jakarta, jagatngopi.com (11/4/2017) Seperti diketahui bahwa belum genap 40 hari wafatnya KH. A. Hasyim Muzadi, tokoh NU dan Ketua Umum PBNU dua periode. Kini warga NU kembali dikagetkan dengan meninggalnya Muhyiddin Arubusman, Senin,10 April 2017 pukul : 20.00 WIB di Rumah Sakit Tebet, Jakarta Selatan. Menurut informasi, Jenazah akan disemayamkan di gedung PBNU, jalan Kramat Raya No. 164 Jakarta Pusat, Selasa (11/4) pukul : 09.00 dan akan dikebumikan bakda Dzuhur.

Dalam catatan jagatngopi.com, Muhyiddin Arubusman adalah mantan Ketua Umum PB PMII, Sekjen PBNU dan Anggota DPR RI 2009-2014. Selepas menanggalkan Jabatan Sekjen PBNU, almarhum didaulat kembali menjadi salah satu Ketua PBNU, dan Ketua Lembaga Perekonomian NU. Di samping itu, tokoh kelahiran ende, Flores ini masih terus membimbing kader-kader pergerakan (PMII).

Bagi Masyhuri Malik, salah satu teman almarhum, meninggalnya Muhyiddin Arubusman adalah duka mendalam bagi warga NU dan warga pergerakan khususnya PMII. Dikatakan, almarhum adalah kader kesayangan Abdurrahman Wahid dan tokoh yang disegani karena kesantunan kesderhanaannya. Meninggalnya adalah duka mendalam buat warga NU dan warga lintas pergerakkan

“Kita kehilangan sosok yang penuh empati. Tokoh yang santun, sederhana dan bersahaja. Bang Muhyiddin adalah contoh kader terbaik NU. Hampir seluruh hidupnya dijatahkan untuk kepentingan orang lain, bukan dirinya.

Dalam keterangannya Masyhuri juga menambahkan pentingnya bagi warga NU dan teman-teman pergerakkan di seluruh Indonesia untuk mendo’akan almarhum sebagai penghormatan terakhir.

“Sebagai bukti bakti kita atas jasa-jasa almarhum, penting buat warga NU dan pergerakkan dimanapun berada untuk mengadakan do’a dan tahlil bersama”. Pungkasnya.